Jakarta, PBSN – Margi Syarif host Forum Keadilan TV memandu narasumber Budianto Tarigan, Wakil ketua Umum Relawan Projo periode 2014-2019, pada 1 Januari 2026 kemarin.
Band Legendaris Indonesia, Slank, merilis lagu baru berjudul Republik Fufufafa. Lagu yang ditulis oleh Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim itu menceritakan sebuah negeri yang kacau balau.
Apa sebenarnya arti lagu tersebut? Untuk siapa lagu tersebut ditujukan? Apakah dapat diartikan sebagai kritik terhadap negara saat ini?
Lagu Republik Fufufafa apakah itu mencerminkan ada kekuasaan yang memang masih mengendalikan dengan penyelenggaraan negara ini yang di luar kekuasaan yang resmi?
Terkonfirmasi dengan lirik lagu ini yakni lagu Republik Fufufafa menunjukkan adanya pengendalian kekuasaan di luar kekuasaan resmi.
Slank selama ini menjadi pilar bagi Jokowi dalam kemenangan politik di dua kali pemilu, akhirnya Slank kembali ke fitrahnya sebagai grup musik yang sering menyampaikan kritik sosial.
Budianto Tarigan merupakan penyembah Jokowi kata Margi Syarif, dan nasibnya sama seperti band Slank 11-12, sudah bertobat.
“Slank itu kalau bikin lagu pesannya itu penuh syarat yaitu pesan moral dan etika terutama dari sisi kritik sosial,” kata Budianto Tarigan.
“Slank dan slanker ini salah satu mesin politik Jokowi,” imbuhnya.
Dia menambahkan, ketika tahun 2014 merasakan betul bagaimana mencari kekuatan dukungan, puncaknya ketika konser lagu salam dua jari di GBK. Dan Projo mengerahkan beberapa bis untuk mendukung Jokowi.
Apakah ada kekuatan di luar rezim sekarang ini tanya Margi Syarif.
“Terkonfirmasi dengan lagu Republik Fufufafa yang dirilis Slank, Saya percaya saling melihat bahwa ada kekuatan di luar yang terlihat sekarang di rezim ini yang mengendalikan permainan dan kekuasaan ini,” Budianto Tarigan menegaskan.
Menurutnya, merujuk kepada beberapa Tweet dari fufufafa yang menyerang Prabowo Subianto
“Dan lagu ini Republik Fufufafa dibuat dari fakta,” jelasnya.
“Apakah ada kekuatan Republik Fufufafa?,” desak Margi Syarif.
“Tentu sangat kuat. Saya pahamlah, kita ngomong gini juga pasti dia berhitung,” ujar Budianto Tarigan.
“Diperkirakan pasti akan dikerjain, ntah kapan waktunya. Ga ada masalah buat kita,” kata Budianto.
Margi Syarif menanyakan pengendalian apa di Republik Fufufafa?
“Jelasnya mereka negeri fufufafa mengendalikan politik, hukum, ekonomi, masih mereka kuasai,” jawab Budianto Tarigan.
“Kita tahu ada tambang, batubara, nikel, hutan, tapi stunting tinggi, gila kan? ,” tambahnya.
Pertanyaannya buat kita, lanjut Budianto, Apa Pak Prabowo masih berdiam diri dengan soal-soal ini.
Budianto sebut negeri ini tidak baik-baik saja dan dia sebut terimakasih kepada Slank telah mengingatkan.
“Saya malah berterima kasih kepada Slank, saya sebagai slanker, lagu ini Republik fufufafa mengingatkan kita bahwa negara ini sedang tidak baik-baik saja,” kata Budianto Tarigan yang dulunya penyembah abis Jokowi.
“Ya kita dulu pada awal-awal penyembah Jokowi di tahun 2014an, sepanjang baik. Ternyata kita dibohongi pada akhirnya sadar juga,” ujar Budianto berapi-api.
Margi Syarif kejar dengan pertanyaan berapa banyak orang yang yang seperti Bang Budianto Tarigan?
“Udah banyak sebenarnya cuma ngga berani ngomong” jawab Budianto.
Lirik lagu Republik Fufufa – Slank mengkritik negara kacau balau, stunting, kurang gizi, dan perilaku tidak sopan.
Makna lagu Republik Fufufafa – Slank adalah sindiran keras bagi negara yang dianggap sudah kacau balau.











