Air Mata Ronaldo dan Kuburan Massal Para Pengejek

News, Olahraga397 Views

Riyadh, PBSN – Selama tiga setengah tahun terakhir, ada satu pekerjaan paling gampang di dunia selain jadi buzzer politik musiman, mengejek Cristiano Ronaldo di Arab Saudi. Saya tidak ya, swear!

Setiap Al Nassr gagal juara, timeline langsung ramai seperti sidang DPR pas bahas kenaikan tunjangan. Para pengamat dadakan keluar dari goa masing-masing sambil membawa statistik, meme, dan muka sok bijak. “Ronaldo gagal di gurun.” “Dia cuma pensiun mewah.” “Liga Arab gampang.” Bahkan ada yang ngomong dengan nada seolah Saudi Pro League levelnya cuma sedikit di atas turnamen antar-RT hadiah dispenser.

Lalu datanglah Jumat dini hari, 22 Mei 2026. Malam ketika semua ejekan itu resmi dikubur hidup-hidup.

Al Nassr menghancurkan Damac 4-1 di Al-Awwal Park. Di tengah pesta itu, Ronaldo muncul seperti karakter utama film action yang menolak tua. Dua gol ia cetak. Salah satunya tendangan bebas menit ke-63 yang meluncur begitu indah sampai kiper lawan cuma bisa berdiri bengong seperti pejabat yang baru sadar proposal mark-up bocor ke TikTok.

Tapi yang paling menghancurkan mental para pembenci bukan golnya. Melainkan air matanya.

Ya, Ronaldo menangis

Tangisan pria 41 tahun yang selama lima tahun terakhir dihajar ekspektasi, umur, dan omongan manusia yang hobi menertawakan kegagalan orang lain sambil rebahan pakai celana bola lusuh. Setelah peluit panjang berbunyi, ia menyeka mata sambil menunjuk tribun tempat Georgina dan anak-anaknya berdiri. Stadion bergemuruh. Kamera menyorot wajahnya. Jutaan pengejek mendadak berubah jadi arkeolog—sibuk menggali alasan baru buat tidak mengakui kehebatan orang.

Mari bicara angka, karena angka tidak bisa disetting seperti hasil survei politik. Ia telah mencetak 129 gol dari 148 pertandingan bersama Al Nassr. Seratus dua gol di liga. Seratus dua. Di usia 41 tahun!

Umur segitu sebagian orang sudah mulai sulit bangun dari jongkok tanpa bunyi “aduh pinggang.” Tapi Ronaldo? Masih bikin bek-bek muda Arab Saudi trauma tidur malam. Striker umur 25 tahun saja melihat statistik itu langsung ingin pensiun dini lalu buka usaha kopi susu.

Yang lucu, dulu banyak yang nuduh Ronaldo datang ke Saudi cuma buat ambil uang minyak. Seolah-olah dia pindah ke sana buat rebahan sambil jadi duta parfum Timur Tengah. Padahal manusia ini mungkin kalau lomba makan kerupuk pun tetap latihan disiplin seminggu penuh.

Buktinya? Top skor liga musim 2023/2024 dengan 35 gol. Musim berikutnya juara top skor lagi. Di usia yang seharusnya sudah sibuk cek gula darah, dia malah tetap jadi monster kotak penalti.

Inilah bagian paling sadisnya bagi para rival. Dengan gelar ini, Ronaldo resmi menjadi juara liga di Portugal, Inggris, Spanyol, Italia, dan Arab Saudi. Lima negara. Lima.

Belum cukup? Dengarkan ini baik-baik sambil duduk. Pria yang akrab disapa Bang Dodo ini juga mencetak minimal 100 gol di empat liga berbeda, yakni Premier League, La Liga, Serie A, dan Saudi Pro League.

Ini bukan karier sepak bola. Ini patch update manusia super

Bahkan Lionel Messi belum punya rekor seperti itu. Zlatan Ibrahimović juga tidak. Ronaldo seperti karakter game yang developer-nya lupa kasih batas kemampuan.

Ironinya paling nikmat justru di sini, trofi yang paling sering dihina orang malah jadi trofi yang paling membuat Ronaldo menangis.

Karena yang berat bukan level liga. Yang berat itu suara manusia. Sindiran. Cibiran. Para komentator sok tahu yang tiap malam bicara seolah hidupnya sendiri sudah juara dunia.

Tapi Ronaldo bukan manusia normal. Dia makhluk keras kepala yang menjadikan hinaan sebagai bensin. Makin dicaci, makin menggila. Mirip politisi yang diserang lawan lalu mendadak pasang baliho ukuran pesawat.

Malam itu di Riyadh, ketika trofi diangkat tinggi ke langit gurun, satu hal akhirnya jelas, Bang Dodo tidak datang ke Arab Saudi untuk pensiun.

Dia datang untuk membuat para pengejek menelan ludah sendiri sambil pura-pura tidak pernah menghina.

 

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *