KONTAK PEMBANGUNAN IKN SENILAI RP9,8 TRILIUN AKAN SEGERA DITEKEN

News287 Views

Jakarta – Menyusul kontrak senilai Rp15 triliun yang diteken sebelumnya, sebanyak 18 kontrak kegiatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai Rp9,8 triliun akan ditandatangani hingga akhir tahun ini.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan kontrak-kontrak tersebut akan diteken sepanjang November hingga Desember.

“Pada bulan sekarang ini yang akan kontrak di antaranya pembangunan sebanyak 19 embung,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, seperti dikutip Bisnis, Senin (28/11/22).

Basuki memaparkan kontrak pembangunan embung termasuk dalam kegiatan Ditjen Sumber Daya Air dengan nilai kontrak Rp500 miliar.

Selanjutnya, Ditjen Bina Marga memiliki empat kontrak senilai Rp1,59 triliun dengan pekerjaan pembangunan jalan akses persemaian IKN Mentawir dan dermaga logistik pembangunan IKN.

Sementara itu, Ditjen Cipta Karya memiliki 12 kegiatan yang akan berkontrak hingga akhir tahun dengan total nilai proyek Rp7,08 triliun untuk pekerjaan pembangunan IPA dan bangunan pendukung SPAM Sepaku, tempat pengolahan sampah terpadu, penataan sumbu kebangsaan tahap I, serta bangunan gedung dan kawasan kantor kementerian koordinator.

Ditjen Perumahan akan memiliki satu kontrak untuk proyek pembangunan rumah dinas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN senilai Rp510 miliar.

Sementara itu, 22 kontrak pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai Rp15,01 triliun yang diteken sebelumnya menunjukkan progres yang beragam.

Basuki menjelaskan, untuk kegiatan yang telah terkontrak di Ditjen Sumber Daya Air, terdapat empat kegiatan dengan nilai Rp1,08 triliun.

Pembangun Bendungan Sepaku Semoi sudah mencapai 78,7%, intake dan jaringan pipa transmisi Sungai Selaku 47,2%, serta penyediaan air baku persemaian Mentawir 45,9%.

Dari sektor Bina Marga, terdapat 12 kontrak senilai Rp8,71 triliun untuk pekerjaan pembangunan Jalan Lingkar Sepaku dengan progress terkini 45,7%, serta jalan tol IKN dan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat baru 1%.

Selain itu, preservasi Jalan Simpang ITCI-Simpang Riko mencapai 66,4%, preservasi Jalan Simpang Riko – Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek 58,8%, dan pengadaan jembatan panel darurat tahap II 17,9%.

Sementara itu, terdapat lima kegiatan senilai Rp4,66 triliun untuk pekerjaan di sektor Cipta Karya. Perinciannnya, penyiapan land development tahap I dan II masing-masing mencapai 21,1% dan 0,2 %, serta pembangunan Kompleks Kepresidenan dan bangunan gedung pendukung.

Di sektor perumahan, terdapat satu kegiatan pembangunan hunian pekerja konstruksi sebanyak 22 tower senilai Rp570 miliar. Saat ini sedang dibangun 7 tower dengan progres 36,8%.

Sementara itu, Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono menyebut minat investasi di IKN, khususnya di KIPP, mencapai 39 kali lipat dari ketersediaan lahan tahap awal di IKN.

“Itu lebih besar dari minat investasi yang disampaikan pada penjajakan pasar sebelumnya, yaitu 25 kali,” katanya seusai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Kompleks Istana Negara kemarin.

Kepala Negara memberikan arahan agar area-area di IKN dibuka lagi untuk menampung minat para investor yang tidak tertampung di wilayah 1A, wilayah tempat Istana Kepresidenan dan sejumlah kementerian nanti berlokasi.

“Sekarang kami buka lagi 1B dan 1C, istilahnya,” ujar Bambang.

Dia mengungkapkan pembangunan lebih masif di IKN akan dilaksanakan pada 2023.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *