Serang Iran, Muhyiddin Junaidi: Upaya Trump Alihkan Opini Publik

Internasional547 Views

PBSNIndonesia – Jakarta, Menyoroti serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2020-2025, Dr. KH. Muhyiddin Junaidi, MA, menilai hal itu dilakukan untuk mengalihkan opini publik dalam negeri AS terkait kinerja Presiden Donald Trump.

“Donald Trump sedang mengalami tekanan dalam negeri. Begitu banyak orang-orang Amerika yang sudah tidak percaya lagi kepada Donald Trump, dia menggelembungkan asetnya dan sudah ditemukan. Bahkan Mahakamah Agung AS sudah menyita sebagian hartanya. Dia sudah terjepit. Oleh karena itu, dia ingin mengalihkan publik opini dalam negeri dan luar negeri,” kata Muhyiddin pada awak media dalam acara buka bersama DPP Asprindo di Graha Jorindo Jakarta, Senin (1/3/2026).

Ia juga menyebutkan, di luar negeri sebenarnya Trump pun sudah ‘kalah’. Trump berkoar ingin menguasai Greenland, tapi akhirnya tak berhasil. Trump ingin memonopoli distribusi minyak Venezuela, juga tak berhasil, walaupun sudah menangkap Maduro dan istrinya.

“Kali ini Trump ingin menguasai Iran. Dalam penilaian saya, dia tidak akan berhasil. Karena Iran ini adalah sebuah negara yang punya peradaban yang sangat tinggi. Dan rekam jejak militernya pun bisa dikatakan kuat,” ucapnya.

Muhyiddin secara tegas mencela, kebijakan Trump yang tidak mempedulikan hilangnya ribuan nyawa hanya demi keinginannya untuk mendapatkan sumber daya.

“Donald Trump sudah pailit, sudah miskin, maka dia harus cari duit. Kemana? Ke luar negeri. Perang ini bagi dia bukan apa-apa. 50 ribu, 100 ribu orang mati gak ada masalah. Ya penting perusahaannya nanti punya order dari luar negeri,” ucapnya lagi.

Konflik yang terjadi di wilayah Iran ini, menurutnya, akan mempengaruhi tak hanya kawasan Timur Tengah saja tapi juga secara global.

“Ekonomi dunia pasti akan terpengaruh. Karena 20 persen dari perdagangan minyak di dunia itu lewat Selat Hormuz. Selat Hormuz itu sebagian besar wilayah Iran. Sekarang sudah ditutup sampai waktu yang tidak terbatas. Bayangkan kalau ditutup selama satu bulan, berapa ratus juta barel minyak mentah yang tidak bisa diekspor. Eropa akan kegelapan,” kata Muhyiddin.

Selain itu, ia menilai, serangan di bulan Ramadan ini adalah penghinaan terhadap Islam.

“Seorang spiritual leader Ayatullah Ali Khamenei sedang bersama keluarga di bulan Ramadan, dibunuh. Donald Trump dan Netanyahu ingin mengganti kemimpinan nasional di Iran. Karena Iran dianggap sebagai ganjalan,” ungkapnya.

Namun, ia meyakini bahwa Iran akan mampu menahan serangan Israel dan AS. Karena peralatan perang Iran memiliki kualitas yang setara dengan gabungan peralatan perang Israel dan AS.

“Kalau lah tanpa dukungan NATO, tanpa dukungan Amerika, Israel sudah habis.
Ingat perang 12 hari bulan Juni yang lalu tahun 2025, kalau Iran tidak ditekan oleh Amerika untuk menandatangani perdamaian, sudah habis Israel. Iran pun sudah mampu membuat ratusan drone per bulan, ditambah ICBM (International Continental Ballistic Missile) seperti FATA, Toransyar, Haji Sulaiman yang jangkauannya antara 800 sampai 1.200 km. Dan ingat, tahun kemarin, Iran sudah menjalin kesepakatan penyediaan peralatan militer baik dengan Rusia maupun China,” pungkas Ketua Hubungan Luar Negeri PP Muhammadiyah ini.

 

sumber/dea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *