Madrid – Perwakilan dari 180 lembaga Katolik dan Evangelis menggelar aksi protes di ibu kota Spanyol guna menentang agresi Israel ke Gaza.
Mereka berkumpul di depan kedutaan Israel di Madrid sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Sambil meneriakkan slogan-slogan pro-Palestina, para pengunjuk rasa memegang poster bertuliskan “Bebaskan Palestina” dan “Tuntut Keadilan.”
Mengutip Anadolu Agency, Jum’at (23/2/24), Nicase Theron, seorang pastor Katolik, mengatakan mereka menghadiri aksi tersebut untuk menyerukan perdamaian dan memberikan dukungan terhadap warga Palestina.
“Hentikan pembantaian ini atas nama kemanusiaan,” kata Theron.
Pengunjuk rasa lainnya, Margarita Jimenez, mengkritik Israel karena menyerang Jalur Gaza, dan mengatakan pasukan Israel membunuh perempuan dan anak-anak, mengebom rumah sakit dan tidak mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
Merujuk pada resolusi PBB tentang solusi dua negara, Jimenez mencatat bahwa Israel tidak pernah mengakuinya dan berusaha mengusir warga Palestina dari tanah mereka.
Palestina berharap bisa mendirikan negara merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras menentang solusi dua negara, meski komunitas internasional terus mendukungnya sebagai satu-satunya jalan perdamaian di masa depan.
Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak serangan lintas batas pada 7 Oktober oleh kelompok Palestina Hamas.
Perang Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan lebih dari 29.410 orang dan menyebabkan kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok. Hampir 70.000 orang lainnya terluka.
Perang Israel di Gaza telah menyebabkan 85 persen penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.
(Red/Sumber)












