Jakarta, PBSN – Disclaimer dulu, ya. Ini hanya fiksi sambil ngopi. Apa yang saya ceritakan tidak ada di dunia nyata. Apabila ada nama sama dengan dunia nyata, hanya kebetulan. Nikmati narasinya sambil seruput lemon tea, wak!
Sebuah dialog imajiner antara seorang pejabat tinggi, sebut saja namanya Noel Kebelinger. Ia diwawancarai seorang wartawan dari media yang tak lulus sertifikasi Dewan Pers.
Wartawan: “Pak Noel, bener Bapak kena OTT KPK?”
Noel: “OTT? Salah, bro. Itu bukan Operasi Tangkap Tangan. Itu On The Trip. Saya lagi jalan-jalan, eh nyasar ke gedung KPK. Salah siapa? Google Maps.”
Wartawan: “Tapi KPK bilang kerugian negara Rp81 miliar, Pak?”
Noel: “81 miliar? Itu receh. Elon Musk tiap detik rugi lebih banyak, tapi nggak ada yang pamerin dia di TV. Kecilkan masalah, besarkan senyuman.”
Wartawan: “Ada bukti transfer, Pak, jelas-jelas masuk ke rekening Bapak.”
Noel: “Ah, itu bukan rekening saya. Itu rekening kembar, mirip nama saya. Lagi pula, kalau duit masuk sendiri ke rekening, salah saya apa? Itu salah bank, salah semesta.”
Wartawan: “Pak, jadi maksudnya Bapak nggak merasa bersalah?”
Noel: “Salah itu milik manusia. Tapi saya pejabat. Jadi saya suci.”
Wartawan: “Tapi kok Bapak pakai rompi oranye?”
Noel: “Bro, ini bukan rompi tahanan. Ini fashion statement. Limited edition. Hanya pejabat tertentu yang bisa dapat. Kayak undangan pernikahan, nggak semua orang dapet.”
Wartawan: “Apa harapan Bapak ke depan?”
Noel: “Ya biasa aja. Koruptor itu kan kebanyakan dapat amnesti atau abolisi dari presiden. Kalau nggak, ya dapet voucher remisi besar-besaran tiap 17 Agustus, kayak promo diskon belanja. Jadi saya santai. Palingan juga sebentar lagi keluar dengan status pahlawan reformasi administrasi.”
Wartawan: “Tapi penjara kan tidak enak, Pak?”
Noel: “Halah, siapa bilang? Penjara sekarang udah ada AC, ada WC duduk. Ini bukan penjara, ini hotel syariah bintang tiga. Malah enak, nggak ada cicilan KPR, nggak ada macet, makan gratis, ada jadwal karaoke juga kalau lagi mujur.”
Wartawan: “Apa pesan Bapak untuk rakyat?”
Noel: “Jangan iri sama saya. Biarpun uang saya miliaran, tapi di penjara saya cuma bisa makan tempe. Ingat, hidup itu adil: rakyat kerja banting tulang bayar pajak, pejabat kerja banting moral ngambil pajak. Semua punya perannya masing-masing.”
Selamat weekend semua, terutama buat followers saya tercinta.
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar











