Ketua BEM UGM Minta Dugaan Korupsi MBG Diusut hingga Tuntas

Hukrim, News77 Views

Jakarta, PBSN – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardiyanto, mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung yang menangkap mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua mantan wakilnya terkait dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Tiyo, penangkapan tersebut menjadi bukti bahwa kritik yang selama ini disampaikan berbagai pihak terhadap tata kelola program MBG memiliki dasar yang perlu ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum.

“Kita mendapatkan kabar yang membahagiakan karena apa yang selama ini dikritik akhirnya dibuka oleh aparat penegak hukum. Secara objektif, langkah Kejaksaan Agung ini patut diapresiasi sebagai bagian dari penegakan hukum,” kata Tiyo dalam video yang beredar luas di media sosial TikTok.

Meski demikian, Tiyo mengingatkan agar penanganan kasus tersebut tidak berhenti pada penangkapan sejumlah pejabat BGN semata. Ia menilai pemerintah harus melakukan pembenahan sistem guna menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran program MBG.

Menurut dia, apabila tidak diikuti perbaikan tata kelola, penangkapan tersebut berpotensi hanya menjadi upaya pengalihan perhatian publik dari persoalan yang lebih mendasar.

“Kalau setelah penangkapan tidak ada perbaikan sistem yang menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran, maka yang terjadi bukan penegakan hukum, melainkan sekadar penumbalan,” ujar Tiyo dalam wawancara, yang diterima redaksi Hatipena, Jumat (5/6/2026).

Tiyo juga kembali mengkritisi konsep dasar program MBG. Menurutnya, sejak awal program tersebut tidak dirancang secara tepat untuk mengatasi persoalan stunting karena sasaran penerima manfaatnya terlalu luas.

Ia mempertanyakan alasan pemerintah memberikan program kepada seluruh peserta didik, sementara angka stunting nasional tidak mencakup seluruh kelompok tersebut.

“Selama ini kritik terhadap MBG bukan hanya soal implementasi, tetapi juga soal desain dan intensi program itu sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, Tiyo meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga ke aktor-aktor yang diduga berada di balik kebijakan maupun pengelolaan program. Ia menegaskan proses hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu.

“Jangan ragu menegakkan hukum. Siapa pun yang terlibat harus diperiksa. Kepala BGN tidak mungkin bekerja sendirian. Aparat penegak hukum harus berani mengusut sampai tuntas,” ujarnya.

Pernyataan Tiyo tersebut mendapat perhatian luas di media sosial. Video berisi komentarnya tentang penangkapan mantan petinggi BGN itu telah memperoleh sekitar 37,6 ribu tanda suka, dibicarakan lebih dari 4.500 pengguna, dan dibagikan lebih dari 4.732 kali di TikTok.

Kasus dugaan korupsi dalam program MBG sendiri masih terus dikembangkan oleh Kejaksaan Agung. Hingga kini, aparat penegak hukum masih mendalami peran sejumlah pihak yang diduga terkait dalam perkara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *