Moskow – Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengumumkan bahwa Angkatan Bersenjata Rusia menetralisir sekira 80 tentara bayaran Polandia di Republik Rakyat Donetsk (DHC) dengan senjata presisi tinggi.
Melansir Sputniknews, Ahad (26/6/22), Konashenkov mengatakan bahwa sekira 20 kendaraan lapis baja dan 8 peluncur roket multi-laras BM-21 Grad yang dikerahkan di lokasi Pabrik Seng Magetek di Konstantinovka DHC dihancurkan dengan senjata presisi.
Konashenkov juga menyatakan bahwa lebih dari 300 tentara Ukraina dan tentara bayaran dan 35 senjata berat dinetralkan dalam satu hari di wilayah Nikolayev.
Dia juga menyebut tentara Ukraina dan unit pertahanan regional terus menolak untuk memenuhi tugas mereka.
“Personel Batalyon ke-64 dari Brigade Pertahanan Regional ke-103 di Lvov menolak untuk pergi ke zona konflik di Donbass karena personel yang tidak terlatih dan tidak adanya senjata berat,” ujarnya.
Konashenkov juga menunjukkan bahwa pesawat militer Rusia, bersama dengan pasukan rudal dan artileri, menetralisir lebih dari 780 ultranasionalis selama operasi di Ukraina.
“Sebagai akibat dari serangan udara, rudal dan artileri, lebih dari 780 ultranasionalis, 8 tank dan pertempuran lapis baja lainnya tewas. kendaraan, 3 sistem peluncur roket multi-barel Uragan, 10 peluru lapangan dan mortir, 13 kendaraan khusus dihancurkan,” ujarnya lagi.
Lebih jauh Konashenkov mengatakan bahwa Pasukan Dirgantara Rusia juga menetralisir 8 unit sistem peluncur roket multi-laras Uragan yang dikerahkan di berbagai wilayah, membombardir kota Donetsk dan pemukiman DHC lainnya.
Mengacu pada pengoperasian sistem pertahanan udara Rusia, Konashenkov menekankan bahwa sistem tersebut menembak jatuh total 21 kendaraan udara tak berawak Ukraina di Republik Rakyat Lugansk dan Donetsk, di wilayah Kharkov dan Kherson, serta di dekat Pulau Zmeiniy.
Komandan Rusia juga menambahkan bahwa pertahanan udara Rusia mencegat rudal balistik Tochka-U di wilayah Kherson pada hari terakhir, dan 16 rudal ditembakkan dari beberapa sistem peluncuran roket di DHC dan dekat Pulau Zmeiniy.
“Sejak awal operasi militer khusus, total 213 pesawat, 132 helikopter, 1.355 kendaraan udara tak berawak, 350 sistem rudal anti-pesawat, 3 ribu 797 tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 670 multi-barel. peluncur roket, 3 ribu 12 medan dan mortir 3.848 kendaraan militer pribadi dihancurkan dengan meriamnya,” jelasnya.
(Red/Sumber)










