Beda Miss Supranational, Miss World, dan Miss Universe

Warsawa, PBSN – Perhelatan Miss Supranational 2026 telah usai digelar dari 13 Juli sampai 31 Juli 2026 di Polandia. Pada akhir kompetisi, wakil Filipina Katrina Llegado berhasil dimahkotai sebagai pemenang. Nah, banyak bertanya ini, miss apa lagi? Bukankah ada Miss World, Miss Universe? Ketika mendengar kata Supranational kok mirip supranatural. Dukun, kesurupan, mahkota goyang. Ups!

Tenang. Ini bukan kontes mencari Ratu Nyi Roro Kidul. Miss Supranational adalah ajang kecantikan internasional yang lahir pada 2009 di Polandia dengan slogan “Inspirational, Aspirational”. Usianya memang masih bau kencur dibanding Miss World dan Miss Universe, tetapi urusan panggung jangan diremehkan. Ajang ini menonjolkan sosok inspiratif, aspiratif, kemampuan presentasi, serta pertunjukan panggung spektakuler. Kukan sekadar modal wajah kinclong, glowing lalu pulang membawa mahkota.

Lalu apa bedanya dengan Miss World?

Miss World berdiri sejak 1951 di Inggris dan merupakan ajang tertua dari ketiganya. Slogannya “Beauty with a Purpose”. Filosofinya, kecantikan harus punya tujuan. Peserta bukan cuma dituntut cantik, tetapi juga menjalankan proyek sosial dan amal, termasuk menggalang dana serta menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Setelah selesai catwalk, bukan waktunya rebahan sambil menghitung jumlah followers. Ada kerja kemanusiaan yang menunggu.

Bagaimana dengan Miss Universe?

Miss Universe berdiri pada 1952 di Amerika Serikat dengan slogan “Confidently Beautiful”. Fokusnya pada kecantikan yang percaya diri, kemampuan berbicara, wawancara mendalam, advokasi isu global, kostum nasional, serta karisma panggung. Organisasi Miss Universe kini berbasis di Amerika Serikat dan Thailand. Ajang ini dikenal sebagai salah satu kontes kecantikan paling bergengsi dan paling mendapat sorotan dunia.

Indonesia sendiri bukan penonton yang cuma duduk sambil bilang, “Waduh, cantik banget.” Kita pemain aktif. Untuk Miss Universe, sejak 1995 Yayasan Puteri Indonesia memegang lisensi dan rutin mengirimkan pemenang Puteri Indonesia sebagai wakil resmi. Prestasi terbaik Indonesia di antaranya Top 10 melalui Frederika Alexis Cull, Puteri Indonesia 2019.

Di Miss World, lisensi dipegang Miss Indonesia sejak 2006. Pemenang Miss Indonesia setiap tahun dikirim ke ajang tersebut. Prestasi besar diraih Maria Harfanti pada 2015. Ia menjadi Runner-up 2 sekaligus memenangkan penghargaan Beauty with a Purpose.

Sementara di Miss Supranational, Indonesia juga konsisten mengirimkan wakil melalui Yayasan Puteri Indonesia. Prestasi paling bersejarah terjadi pada 2024 ketika Harashta Haifa Zahra merebut mahkota Miss Supranational dan menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang meraih gelar tersebut.

Tahun 2026, Agnes Aditya Rahajeng kembali mewakili Indonesia. Ia berhasil menembus Top 12 dan dinobatkan sebagai Miss Supranational Asia & Oseania.

Jadi jangan lagi bingung, wak. Miss Universe membawa confidence. Miss World membawa purpose. Miss Supranational membawa inspiration.

Sama-sama cantik, tinggi, langsing, dan karismatik. Bedanya cuma satu, pesan di balik mahkota. Kalau ada yang bertanya, “Miss Supranational itu apa?” Jawab saja dengan tenang sambil menyeruput Koptagul, “Bukan supranatural, wak. Tidak ada dukun. Yang ada, perempuan cantik dengan kerja keras tingkat internasional.”

Ternyata, masih ada miss-miss lain selain yang tiga itu. Ada Miss International dan Miss Earth, Miss Grand International, Miss Intercontinental, dan The Miss Globe. Bahkan, ada miss untuk kalangan waria atau LGBT yang dikenal Miss International Queen, digelar sejak 2004 di Pattaya, Thailand.

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *