REKTOR UNIVERSITAS HALU OLEO DILAPORKAN KE KPK KARENA DIDUGA TERLIBAT GRATIFIKASI

Hukrim725 Views

Jakarta – Aliansi Masyarakat Indonesia Menggugat (AMIN) melaporkan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Muhammad Zamrun Firihu, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (31/10/22).

Direktur AMIN, Andriansya Husen membenarkan perihal pihaknya yang melaporkan Rektorat UHO itu ke lembaga anti rasuah karena dugaan gratifikasi pada penerimaan mahasiswa baru.

Andriansya Husen mengatakan banyak mahasiswa baru yang merupakan titipan, lolos pada penerimaan mahasiswa jalur mandiri.

“Kami sudah melaporkan Rektor UHO terkait gratifikasi penerimaan mahasiswa baru di KPK RI. Data yang kami miliki terlihat jelas banyaknya mahasiswa baru jalur mandiri yang masuk dengan jalur titipan,” ungkapnya seperti dikutip KiatNews, Selasa (1/11/22).

Andriansya Husen menyebut terdapat beberapa fakultas yang menggunakan jalur titipan yang seharusnya tidak dilakukan oleh pihak UHO, karena mencederai calon mahasiswa lainnya.

“Dari total 17 Fakultas di UHO beberapa fakultas yang menggunakan jalur titipan tetapi yang menjadi fokus kami yaitu Kedokteran dan Farmasi. Nah inilah yang menjadi pantauan kami, karena apapun alasannya jalur titipan sangat tidak dibenarkan, apalagi kalau ada transaksionalnya, sangat mencederai, karena yang harusnya lulus setalah tes namun tergeser karena adanya titipan,” jelasnya.

Dia menegaskan, data dimiliki AMIN sangat jelas dan tertuang jumlah mahasiswa titipan di masing-masing fakultas.

“Jelas pada data yang kami simpan terkait dengan jumlah mahasiswa titipan beserta bukti lainnya sebagai penunjang pada laporan yang kami sampaikan,” tegasnya

Olehnya itu, Andriansya berharap agar dugaan tersebut secaleptnya ditindaklanjuti oleh KPK RI.

Tak hanya itu, Andriansya Husen juga mengaku akan segera bertandang ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, untuk melaporkan dugaan gratifikasi tersebut.

Apa lagi, lanjut dia, belum lama ini praktik korupsi di perguruan tinggi yang dinaungi oleh Kemendikbudristek mencuat ke permukaan publik.

“Kami berharap agar kasus ini segera ditindak cepat oleh KPK RI dan kami tidak akan diam. Dalam waktu dekat ini kami akan bertandang ke Kemendikbud terkait dugaan kasus ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas UHO Kendari, Abdul Hamdan enggan memberikan komentar terkait dugaan gratifikasi yang dilaporkan ke KPK RI.

“No koment,” singkatnya.

Abdul Hamdan juga mengaku baru mengetahui adanya pemberitaan terkait dugaan gratifikasi dalam penerimaan mahasiswa baru di UHO Kendari.

 

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *