Sorong – BI terus mengimplementasikan kebijakan clean money policy untuk menjaga kualitas uang beredar khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Di Papua Barat, Bank Indonesia bekerjasama dengan Komando Armada (Koarmada) Ill, menggelar “Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 Sinergi Bangga Rupiah Kepulauan Kasuari” dengan menggunakan unsur Koarmada III yaitu KRI Albakora-867.
Untuk kegiatan ekspedisi tersebut Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Irvansyah dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Rut W. Eka Trisilowati yang didampingi Analis Eksekutif Grup Kebijakan Pengelolaan Uang-DPU Budi Sudaryono dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat James Wilson L. Tobing melepas “Ekspedisi Rupiah Berdaulat” dari Dermaga Mako Koarmada III Katopop, Sorong, Kamis (11/8/22).
Dalam sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, mengatakan bahwa kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 ini merupakan salah satu program Bank Indonesia yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan uang rupiah yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu serta dalam kondisi yang layak edar ke seluruh penjuru negeri, termasuk kepulauan Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di wilayah Papua Barat.
Selain itu kata dia, ekspedisi itu dimaksudkan untuk melayani penukaran uang rusak dan lusuh bagi masyarakat.
Dia mengungkapkan bahwa dalam Ekspedisi tersebut Bank Indonesia membawa serta uang layak edar hingga 5 milyar rupiah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat juga mengungkapkan, bahwa Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut telah melaksanakan 80 kali kegiatan Kas Keliling 3T dengan 421 pulau 3T yang terkunjungi.
“Pada Tahun 2022 Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut bersepakat untuk memperluas jangkauan layanan kas keliling dengan program yang lebih terpadu dengan mengusung tema “Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 “, dimana pada tahun 2022 ini akan dilaksanakan kegiatan Kas Keliling 3T sebanyak 16 kali di 16 provinsi dengan target 81 pulau yang akan dikunjungi,” bebernya.
Sementara itu Pangkoarmada III dalam sambutannya mengatakan, bahwa Bank Indonesia telah bersinergi dan bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut dalam mewujudkan Kedaulatan Rupiah sejak tahun 2011.
Kata dia hal tersebut dilanjutkan guna menjamin tersedianya uang rupiah dalam jumlah nominal yang cukup, tepat waktu, dan dalam kondisi layak edar sesuai dengan kebutuhan masyarakat seluruh wilayah tanah air, terutama di wilayah pulau terdepan, terluar dan terpencil.
Lebih lanjut Pangkoarmada III menyatakan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun 2022 kali ini dilaksanakan menggunakan KRI Albakora – 867 unsur Koarmada III, dengan rute dari Sorong – Pulau Waisai – Pulau Gag – Pulau Salawati – Pulau Misol – Pulau Batanta dan berakhir di Manokwari, dengan jarak tempuh sejauh 599 NM selama 6 hari.
Diakhir sambutannya Pangkoarmada III menegaskan, kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, merupakan tugas mulia yang harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin, untuk itu agar tercapai tujuan yang diharapkan.
Untuk itu dirinya menekankan kepada Komandan dan seluruh Prajurit KRI Albakora-867, untuk senantiasa menjalin komunikasi yang baik dengan personel Bank Indonesia yang Onboard di atas kapal.
Selanjutnya dia juga menekankan pengawak KRI untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Tetap perhatikan protokol kesehatan, khususnya pada kegiatan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Serta selalu update berita cuaca serta perhatikan keamanan bernavigasi, utamakan Zero Accident, keselamatan personel dan materiel, serta laksanakan semua kegiatan sesuai SOP, dan apabila menemukan kendala di lapangan, segera laporkan kepada Komando Atas,” tegas Pangkoarmada III.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Yeheskiel Katiandagho, Inspektur Koarmada III Laksamana Pertama TNI Atmudji, Pejabat Utama Koarmada III, Komandan Satuan dan Kasatker Koarmada III, Ketua Daerah Jalasenastri Armada III (KDJA III) Ny. Yuanita Irvansyah beserta Pengurus Jalasenastri Armada III, Forkopimda Provinsi Papua Barat, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.
(Red)








