OPERASI SAR SELESAI, UNSUR KAPAL PERANG KOARMADA III TERUSKAN OPERASI LAUT

Berita Daerah216 Views

Ternate – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah menghentikan operasi pencarian korban atau operasi SAR KM. Cahaya Arafat.

Penghentian operasi SAR tersebut disampaikan pada saat pelaksanakan apel dan evaluasi hasil SAR KMP. Cahaya Arafat di sekitar Dermaga Desa Tokaka Halmahera Selatan, Ahad (24/7/22).

Hadir dalam apel tersebut yaitu Sekda Halmahera Selatan, Asintel Guspurla Koarmada III, Komandan Kapal Angkatan Laut Tidore, Komandan kapal Bakamla KN. Gajah Laut, unsur Polri, unsur TNI AD, BPBD Halmahera Selatan dan keluarga korban serta masyarakat setempat.

Kepala Kansar Ternate, Fathur Rahman mengatakan operasi pencarian korban KMP Cahaya Arafat dihentikan setelah pihaknya melakukan evaluasi bersama dengan seluruh elemen SAR yang terlibat dalam operasi dan keluarga korban yang belum ditemukan.

“Hasil operasi pencarian korban tenggelam adalah 10 orang ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia, 1 orang dinyatakan hilang dari total keseluruhan korban sebanyak 77 orang dan 66 orang selamat,” ujarnya.

Kepala Kansar Ternate juga menyampaikan bahwa seluruh unsur yang terlibat, dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi dan kontribusi yang telah diberikan.

Sementara itu, setelah dinyatakan selesai pelaksanaan SAR, unsur Kapal Perang Koarmada III, segera ditarik untuk meneruskan operasi laut selanjutnya.

Adapun unsur Koarmada III yang terlibat dalam Operasi SAR tersebut adalah Kapal Markas Guspurla Koarmada III, KRI Teluk Wondama-527, KRI Layaran-854, KRI Tatihu-853, dan Kapal Angkatan Laut (KAL) Tidore III-14-11 dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Ternate.

Sebagimana diketahui seluruh unsur Koarmada III tersebut sebelumnya tergabung Tim SAR Laut Gabungan dengan beberapa Instansi.

KMP Cahaya Arafat tenggelam pada hari Senin tanggal 18 Juli 2022 akibat gelombang laut yang sangat tinggi dan angin kencang pada saat keluar dari Desa Samo menuju ke Gene Barat

Volume air yang masuk melalui lambung kapal bagian depan sangat besar sehingga pompa air yang ada di kapal tidak mampu untuk mengeluarkan air yang mengakibatkan kapal perlahan-lahan tenggelam di Perairan sekitar Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *