WARGA KELUHKAN JALAN RUSAK PARAH, PENGELOLA KALIBATA CITY TIDAK PEDULI

Sosial759 Views

Jakarta – Kalibata City yang terletak di Jl Raya Kalibata Jakarta Selatan, boleh jadi merupakan hunian vertikal terpadat di Jakarta.

Kawasan yang terdiri dari 18 tower dengan jumlah unit mencapai lebih dari 13.500 ini, jika dihuni rata-rata 2 orang saja per unit, jumlah penduduknya mungkin setara atau lebih banyak dibandingkan penduduk Pulau Seribu.

Tidak mengherankan, puluhan ribu kendaraan setiap harinya parkir dan lalu lalang di dalam kawasan ini.

“Banyak pengunjung dari luar juga, karena di sini ada mall Kalibata City Square,” ujar Joko, salah seorang penghuni. Menurutnya, di Kalcit – begitu masyarakat biasanya menyebut kawasan ini, Senin (25/4/22).

Selain itu kata dia, penjual makanan pun ramai, mulai dari kios kecil yang tersebar di berbagai lantai dasar setiap tower, hingga restoran dengan brand ternama yang ada di kawasan mall.

“Dari harga kaki lima hingga restoran dan kafe terkenal dan mahal,” terangnya.

Dari aktivititas dan mobilitas yang padat itu, pengelola Kalibata City tentu sangat diuntungkan dengan pengelolaan retribusi parkir.

Sayangnya, keuntungan itu tidak berbanding lurus dengan fasilitas jalan yang tersedia.

“Saat ini kondisi jalan rusak parah. Jalan berlubang hanya berjarak beberapa meter dari lubang lainnya. Air tergenang saat hujan turun. Mobilnya kalau bisa teriak, teriak deh,” ujar Uya, salah seorang pengunjung yang rutin menyambangi Kalibata City.

Uya yang kebetulan rekan kerjanya berrmukim di salah satu tower, dan mereka kerap ‘berkantor’ di salah satu kafe di KCS jika malas bekerja di kantor.

Ia sendiri mengaku menghabiskan biaya parkir rata-rata 20-30 ribu per sekali kunjungan.

Berdasarkan informasi pengelola, service charges bagi pemilk kendaraan yang menjadi penghuni tetap, setiap bulannya mencapai 200 ribu per kendaraan.

“Di sini, ada puluhan ribu kendaraan yang parkir, dan menjadi persoalan tersendiri, karena susah nyari tempat parkir. Basement penuh, badan jalan penuh. Jadi, kalikan saja, berapa penghasilan pengelola kawasan dari parkir kendaraan penghuni dan pengunjung,” terang Joko.

Joko menyebut bahwa baik penghuni tetap maupun pengunjung, menyerukan ke pengelola agar segera memperbaiki jalan rusak di kawasan Kalcit.

“Sebelum korban jatuh, dan kendaraan pada rusak. Saya yakin penghuni gak ada yang nunggak service charges, karena fasilitasnya bisa dicabut, sementara banyak yang ngantri. Apalagi pengunjung. Kendaraan mereka gak mungkin keluar tanpa bayar parkir. Jadi tolonglah pemilik dan pengelola kawasan untuk memberikan perhatian khusus terkait fasilitas jalan ini. Jangan mau untungnya saja!” tukas Joko, setengah kesal.

Ia mengaku pernah nyaris menyenggol kendaraan lain karena mobilnya terperosok di lubang jalan.

Berdasarkan catatan redaksi, kawasan Kalibata City dibangun oleh pengembang ternama, Podomoro Group bekerjasama dengan Synthesis Group.

Keduanya mengembangkan kawasan ini dengan konsep One Stop Living dengan 2 macam fasilitas, Kalibata City Residence untuk tower yang dulu disubsidi pemerintah dan Kalibata City Green Palace untuk hunian yang lebih komersial dengan fasilitas lebih memadai.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *