Prancis ke Semifinal Usai Hancurkan Maroko 2-0

News, Olahraga36 Views

Boston, PBSN – Saya yakin banyak fans Maroko di Indonesia pada nangis. Negara satu-satunya mewakili Afrika akhir tumbang di tangan Prancis 2-0. Mbappe sumbang 1 gol.

Di Gillette Stadium, Foxborough, tersaji duel panas. Wasit Facundo Tello dari Argentina meniup peluit. Didier Deschamps membawa Les Bleus. Mohamed Ouahbi memimpin Les Lions de l’Atlas. Peringkat FIFA 4 melawan peringkat 7. Yang terjadi kemudian bukan sekadar laga, melainkan festival jantung copot.

Menit pertama, Dayot Upamecano langsung menyundul. Bono menepis. Penyelamatan itu membuat warga Maroko melonjak seperti baru diberi kabar tagihan listrik dibatalkan seumur hidup. Di Indonesia, pendukung Atlas Lions menabuh galon bekas mie instan sampai tetangga mengira ronda sudah dimulai.

Menit ke-25 petaka datang. Noussair Mazraoui menjatuhkan lawan. Penalti! VAR dipanggil. Semua menahan napas. Bahkan sinyal WiFi katanya ikut buffering karena terlalu tegang. Setelah ditonton ulang, keputusan tetap sama. Penalti.

Mbappe maju bak tokoh utama film laga. Semua kamera mengarah kepadanya. Tendangan dilepas…Bono menepis!

Stadion meledak. Gunung Atlas konon bergeser dua sentimeter. Unta-unta mendadak lupa cara mengunyah. Di Indonesia, pendukung Maroko berteriak sampai ayam kampung batal berkokok. Seorang perempuan berhijab berteriak, “I love you Bono!” dengan volume yang membuat antena televisi tetangga ikut bergetar. Sementara fans Mbappe memegang kepala seperti baru sadar saldo rekening tinggal receh.

Prancis terus menggempur. Menit ke-35, Desire Doue menusuk sendirian. Lagi-lagi Bono menjadi manusia berkekuatan admin semesta. Menyelamatkan bola seolah lembur tanpa tunjangan, tanpa THR, tanpa cuti.

Lucas Digne hampir memecahkan kebuntuan pada menit 45+2. Rudalnya menghantam mistar. Mistar bergoyang seperti kursi pejabat yang sedang diperiksa aparat. Babak pertama selesai tanpa gol.

Di ruang ganti, Deschamps memberi tausiyah sambil menatap pemainnya. “Maroko itu dulu jajahan kita. Masa sekarang malah kita yang malu? Mbappe, habis ini minum jamu. Jangan tembakannya nyasar terus. Main yang kompak jangan macam cokelat muda dan cokelat tua berantem.”

Di ruang sebelah, Ouahbi berkultum. “Saudara-saudara, tinggal kita harapan negara Asia dan Afrika. Jangan takut. Kalau semangat kalian sekecil janji politik saat kampanye, habislah kita. Tempur sampai peluit akhir!” Semua pemain mengangguk lalu berdoa bersama.

Masuk babak kedua, petir akhirnya menyambar. Menit ke-60. Gool! Mbappe menghantam bola dari jarak menengah. Bola meluncur ke pojok kanan gawang. Bono kali ini menyerah.

Menara Eiffel dikabarkan meloncat setinggi dua meter sambil menyanyikan La Marseillaise. Museum Louvre hampir meminjam ember karena lukisan Mona Lisa mendadak tersenyum lebar. Di Indonesia, pendukung Prancis kehilangan akal sehat. Ada salto di ruang tamu. Ada memeluk tabung gas. Bahkan tetangga yang tidak tahu aturan offside ikut berteriak, “Vive la France!” Koruptor yang baru ditangkap KPK konon sampai terbangun di sel karena kaget mendengar teriakan itu.

Maroko mencoba membalas. Issa Diop malah mendapat kartu kuning pada menit 63 dan dipastikan absen laga berikutnya. Lalu datang menit ke-66. Tercipta gol lagi.

Mbappe mengirim bola kepada Ousmane Dembele. Tembakannya sebenarnya kurang bersih. Tapi bola seperti mendapat surat tugas dari takdir, meluncur pelan ke sudut kanan bawah gawang.

Gillette Stadium berubah seperti mak-mak demo pro MBG. Menara Eiffel meloncat-loncat seperti kena arisan keberuntungan. Sungai Seine hampir mengalir mundur. Di Maroko, Singa Atlas hanya bisa menatap langit sambil bertanya kepada awan. Di Indonesia, pendukung Prancis sudah seperti kesurupan massal. Ada mengibarkan taplak meja sebagai bendera. Ada meniup peluit dari pipa paralon. Bahkan tukang bubur keliling menghentikan dagangan demi ikut selebrasi.

Sisa pertandingan dipenuhi pergantian pemain. Mbappe cedera dan digantikan Jean-Philippe Mateta. Hakimi sempat mengirim umpan matang, Neil El Aynaoui menyundul tipis melebar. Menit ke-88, Mateta gagal menyundul bola di depan gawang. Fans Prancis serempak melakukan gerakan memegang jidat nasional.

Peluit panjang berbunyi. Les Bleus menang 2-0. Tiket semifinal resmi dikantongi. Ayam Jantan Galia kembali berkokok lantang. Sementara Atlas Lions pulang dengan kepala tegak karena telah bertarung sampai titik darah penghabisan.

 

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *