Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Rupanya pengindap ISLAMOPHOBIA di tanah air makin akut dan parah. Apa aja yang berkaitan dengan Umat Islam langsung di bumi hanguskan dengan seribu satu macam alasan dan yang paling heboh dan menjadi gacoan adalah dengan isu TERORISME. Tak tanggung-tanggung BMPT, DEN 88 dan sejenisnya harus turun ambil bagian supaya kelihatan WAH kerja dan isunya. Padahal lembaga itu milik Umat Islam dan tidak ada negara yang dirugikannya karena itu bukan uang negara. Uang negara yang DIKORUPSI oleh MENSOS JULIAN BATUBARA lembaganya tidak diusut oleh DEN 88 dan lembaganya gak DIBUBARIN. Wah coba kalau Umat Islam narasi-narasi sesat dan menyesatkan langsung memenuhi jagat media dan medsos.
Salahnya ACT mengumpul duit umat untuk disumbangkan lagi ke Umat, coba duit sumbangan itu diperuntukkan untuk IBUKOTA NUSANTARA atau IKN bisa dipelihara ini ACT. Soale rezim lagi bingung mau ambil dana dari mana untuk IKN. Dari TUYUL-TUYUL yang dipelihara mereka para tuyul udah gak percaya lagi jadi iri hati ada lembaga amal seperti ACT bisa menjangkau sampe keluar negeri. Dan strategi mengait-ngaitkan DANA ACT udah mulai nyasar kemana-mana. Dan sekarang mereka nyasar ke ANIES BASWEDAN. Mereka lagi cari NARASI agar pas kalau dikaitkan dengan ANIES. Cara-cara PKI masih dipakai dan dikira rakyat masih bodoh dan gak tahu akal busuk mereka.
Terus dan berbuatlah mendzolimi Umat Islam. Kita diam bukan karena takut. Jika akumulasi kedzoliman sudah menumpuk ke rakyat Indonesia ditambah naiknya barang-barang yang menjadi sandang pangan rakyat maka akan terjadi ledakan kemarahan rakyat mengumpul jadi satu yakni PEOPLE POWER. Jangan bilang ini gak mungkin. Tunggu habis lebaran ‘Idul Adha.
Ahli-ahli ekonomi di Rezim lagi mutar otak bagaimana mencari duit Umat Islam yang mudah dan tak beresiko kayak di ACT untuk IKN. Ada ini yayasan amal Umat yg bisa ngumpulin duit sampai triliunan tapi gak bagi-bagi untuk IKN. Baru DANA HAJI yang AMBLAS sehingga jatah ONH yg dikasih Saudi ke Indonesia 10 juta gak dipakai dan diambil karena dana haji kasnya KOSONG dipakai rezim.
Sekarang mau cari alasan bahwa ANIES ada terkait dengan ACT ….? Sekalian aja bilang bahwa Anies pelindung ACT supaya dia dianulir dalam pencapresan. Gampangkaaaaan …? Permainan rezim dalam pendzoliman kepada Umat Islam benar-benar jahat dan busuk. Mereka berkolaborasi dengan para MUNAFIK, SYI’AH dan KAFIR untuk menyudutkan Umat Islam.
Ini hari raya QURBAN. Hari ini kita akan qurbankan hewan qurban kita. Tidak mustahil suatu saat nanti kita akan qurbankan diri dan jiwa kita demi negeri tercinta kalau kalian tidak mau berhenti dengan kelakuan dzolim kepada negara dan rakyat khususnya Umat Islam. Kita siap tubuh kita bukan hanya ditembak, disayat-sayat, dikuliti bahkan dicincangpun seperti hewan qurban kita tak akan takut. Darah kita masih merah Bung. Harapan orang banyak agar rakyat makin sadar karena negeri ini udah salah urus makin membuncah dan tak terbendung lagi. Dan ini gak bisa ditahan dengan senjata apapun.
InsyaAllah para PRAJURIT TNI dan POLRI dilapangan akan bersama-sama rakyat dalam membentuk rantai kemarahan massal karena himpitan ekonomi. Para Jendral yang kaya-kaya yang dipelihara cukong oligarki bersiap-siaplah dipersekusi anak buah nanti. Ditangkap dan dipenjara bahkan dibuang ke kali bersama para cukong oligarki hitam kalau rakyat, dan para prajurit TNI/POLRI bersatu dalam kemarahan. Mereka juga para prajurit ini punya IMAN dan keluarga.
Para Jendral punya deposit di bank jadi mereka aman. Tapi kalau prajurit gimana …? Jadi bersiap-siaplah habis lebaran ini.
Hanya Allahlah yg tahu akan terjadi seperti apa.
Pasrah aja.
Wallahu A’lam …






