John Herdman Calon Pelatih Baru Timnas Digaji 670 Juta per Bulan

News, Olahraga477 Views

Jakarta, PBSN – Enak ya jadi pelatih sepakbola. Bisa digaji Rp 670 juta sebulan. Mau juara atau tidak, tetap digaji segitu. PSSI sepertinya tak omon-omon, hampir dipastikan menjadikan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas. Dialah yang akan menukangi Jay Idzes cs di laga internasional.

Peluit panjang itu akhirnya ditiup. PSSI seperti wasit yang menunjuk titik tengah lapangan, menandakan pertandingan baru resmi dimulai. Nama John Herdman muncul di papan skor wacana, pelatih asal Inggris yang dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk menukangi Tim Garuda. Bukan masuk sebagai pemain cadangan, Herdman langsung turun sebagai starter dengan gaji US$ 40.000 per bulan, setara lebih dari Rp 670 juta. Angka ini bukan sekadar kontrak, ini sudah seperti tendangan penalti di menit 90, bikin jantung publik deg-degan, antara yakin gol atau takut melambung ke tribun.

Kabar ini pertama kali dilempar jurnalis Ben Steiner pada Minggu, 28 Desember 2025, seperti umpan terobosan yang membelah lini belakang rumor. Steiner menuliskan Herdman mulai bekerja pada 2026 dengan fokus utama Piala Asia 2027. Target awalnya jelas, membawa Garuda menembus perempat final. Tidak muluk, tidak pula defensif. Ini target tipe bermain aman tapi progresif, seperti memilih formasi seimbang 4-3-3, tidak parkir bus, tapi juga tidak nekat all out attack.

Di atas kertas, Herdman adalah pemain kunci berpengalaman. Lahir 19 Juli 1975, ia punya CV yang bikin lawan menurunkan garis pertahanan. Ia pernah menjadi manajer Timnas Wanita Kanada dari 2011 hingga 2018 dan mengantar mereka meraih medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016. Setelah itu, ia naik kelas melatih Timnas Pria Kanada dan mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2022, kali pertama sejak 1986. Dalam bahasa sepak bola, Herdman adalah pelatih yang pernah mencetak gol di dua gawang berbeda dan tetap sah menurut aturan FIFA.

Rekam jejak itu membuat PSSI berani memainkan high press. Herdman dikenal piawai membangun mentalitas juara, merapikan struktur permainan, dan menaikkan level pemain muda agar siap bertanding di panggung elite. Gaya kepemimpinannya sering disamakan dengan José Mourinho, bukan soal parkir bus, tapi soal psywar, motivasi, dan kemampuan membuat pemain percaya bahwa mereka bisa mengalahkan lawan yang di atas kertas lebih kuat. Di ruang ganti, Herdman bukan sekadar pelatih, tapi manajer emosi.

Kabarnya, ia akan menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2030 dan langsung menangani tim senior sekaligus U-23 mulai Januari 2026. Skema ini seperti menerapkan filosofi satu permainan dari kick-off hingga extra time. Satu sistem, satu visi, satu komando. Proyek besar ini disebut sebagai respons atas kegagalan di SEA Games 2025 dan keinginan PSSI untuk berhenti bermain reaktif. Indonesia ingin mengatur tempo, bukan sekadar bertahan dan berharap counter attack.

Proses pendekatan dilakukan oleh Exco PSSI bersama nama-nama yang terdengar seperti staf pelatih Eropa, Alexander Zwiers dan Jordi Cruyff. Beberapa anggota Exco, termasuk Ahmad Riyadh dan Arya Sinulingga, disebut telah membenarkan adanya kesepakatan prinsip, meski pengumuman resmi masih menunggu momen yang pas, mungkin agar sorak-sorai tribun maksimal.

Publik pun tak sabar. Dengan gaji ratusan juta per bulan, rekam jejak dunia, dan target yang terdengar masuk akal tapi menggoda, Herdman datang membawa koper berisi harapan, tekanan, dan ekspektasi yang tak pernah ringan. Ia harus meramu skuad, memaksimalkan potensi, menaklukkan kultur sepak bola Asia Tenggara, dan berdamai dengan publik yang mencintai sepak bola dengan cara paling emosional di dunia. Jika semua ini benar-benar terjadi, maka sepak bola Indonesia sedang membuka bab baru, bab yang membuat orang tak sabar menunggu kickoff pertama, sambil berbisik, “Kali ini, beneran, ya?”

Foto Ai hanya ilustrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *