Jakarta, PBSN – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi partai politik setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar di Hotel Arya Duta, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026). Keputusan tersebut menandai babak baru Gerakan Rakyat dalam kancah politik nasional.
Sorak-sorai peserta Rakernas di ruangan rapat itu pun bergemuruh setelah Ormas tersebut saat Sekretaris Jenderal M. Ridwan mengumumkan menjadi partai politik. Mereka juga bergembira karena rekomendasi dari 38 provinsi agar Sahrin Hamid dinobatkan sebagai ketua umum partai tersebut diterima forum.
Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, mengatakan Rakernas menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi fondasi awal perjalanan partai. Salah satunya adalah penetapan arah dan program kerja sebagai pijakan organisasi dalam jangka pendek dan menengah.
Selain itu, Rakernas juga mengukuhkan langkah politik Gerakan Rakyat untuk berubah status dari organisasi kemasyarakatan menjadi partai politik.
Menurut Sahrin, keputusan tersebut diambil setelah mencermati berbagai masukan, termasuk aspirasi publik yang menyoroti isu keadilan ekologis dan tata kelola politik yang adil.
“Berbagai pandangan itu kami rangkum dan menjadi bagian dari keputusan politik organisasi,” kata Sahrin dalam keterangannya.
Dalam forum yang sama, Rakernas juga menetapkan struktur kepemimpinan partai dengan menunjuk Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat. Usai penetapan tersebut, Sahrin menyatakan akan segera menyusun kepengurusan lengkap di tingkat pusat sebagai langkah konsolidasi awal.
Sebagai partai baru, Gerakan Rakyat menetapkan lima agenda utama yang menjadi prioritas kerja. Lima agenda tersebut meliputi pengurusan legalitas partai, peningkatan kapasitas dan kualitas kader, penguatan popularitas partai di ruang publik, pembangunan elektabilitas menjelang kontestasi politik, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung agar roda organisasi berjalan optimal.
Tak hanya menetapkan agenda internal, Partai Gerakan Rakyat juga merumuskan sejumlah rekomendasi eksternal yang disusun oleh Dewan Pakar. Rekomendasi tersebut antara lain menekankan pentingnya keadilan ekologis serta perlunya keputusan politik yang berpihak pada kepentingan publik.
Rakernas I ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi nasional bagi Gerakan Rakyat dalam menata langkah sebagai partai politik yang siap berkompetisi di tingkat nasional.
Ketua DPW Gerakan Rakyat Provinsi Lampung Andi Surya menyatakan kegembiraannya atas hasil Rakernas I, yang menetapkan sejumlah keputusan yang sangat monumental.
Ia mengatakan, dengan bertransformasinya Gerakan Rakyat menjadi partai politik, maka ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan keinginan masyarakat agar Anies Rasyid Baswedan nantinya bisa berlayar menuju calon presiden menggunakan perahu Partai Gerakan Rakyat pada Pemilu 2029.
“Semoga perahu ini bisa mengantarkan Anies Baswedan duduk di kursi presiden, tandasnya. BHS












