Yerusalem – Anggota Komite Pertahanan Arakib Aziz et-Turi mengatakan bahwa pasukan Israel menghancurkan desa yang mereka serbu untuk ke-209 kalinya.
Melansir Anadolu Agency, Senin (14/11/22), namun demikian kata Turi, warga akan membangun kembali desa mereka.
Lebih dari 80 warga Israel dan Palestina tinggal di desa Arakib, yang pertama kali dihancurkan Israel pada Juli 2010 lalu.
Sementara itu, Administrasi Tel Aviv mengklaim bahwa desa itu “didirikan secara ilegal dan harus dihancurkan”.
Sebaliknya, penduduk desa menekankan bahwa tanah ini diwarisi dari kakek mereka jauh sebelum Israel didirikan.
Penduduk desa membangun kembali rumah mereka setelah setiap pembongkaran
Penduduk desa melanjutkan perlawanan mereka dengan membangun kembali rumah mereka dengan bahan kayu dan plastik setelah setiap pembongkaran oleh pasukan Israel.
Israel, yang tidak memberikan layanan wajib seperti listrik dan air ke Arakib, seperti di desa-desa lain di wilayah Najaf, tidak mengakui kepemilikan tanah warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut.
Menurut sumber-sumber Palestina, pemerintahan Tel Aviv sejauh ini telah mengambil alih 11 juta hektar dari 12 juta hektar Gurun Najaf, tempat 220 ribu orang Palestina tinggal.
(Red/Sumber)






