Jakarta, PBSN – KPK kini membidik lahan di sepanjang rute kereta cepat Jakarta–Bandung alias Whoosh dalam penyelidikan korupsi besar-besaran.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengatakan bahwa mereka menyisir banyak titik sepanjang rel — terutama area luas — untuk menyelidiki dugaan manipulasi proyek.
Fokus utama kini pada tanah dekat stasiun di Halim, di mana status kepemilikan disebut terkait dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Apakah tanah itu milik militer atau bukan? Itu yang kini tengah didalami.
Sebelumnya, mantan Menko-Polhukam Mahfud MD sempat menyuarakan bahwa biaya per kilometer proyek Whoosh melonjak tiga kali lipat — dari US$ 17–18 juta di China menjadi US$ 52 juta di Indonesia.
Dugaan mark-up ini disebut sebagai pusat skandal besar — dan pihak yang menaikkan biaya pun harus diberi tahu: “Uangnya ke mana?” kata dia.
Kini, sorotan berubah ke tanah dan properti, potensi skandal korupsi tak cuma soal angka, tapi soal lahan strategis di ibu kota.
KPK tak main-main: penyelidikan resmi sudah dibuka sejak awal 2025, dan publik dipaksa menunggu jawaban. Siapa petinggi yang mendulang untung besar dari proyek kereta super cepat ini?. BHS












