Pasukan elite AS Delta Force (Foto: US Army)
Washington DC, PBSN – Pasukan Elit Angkatan Darat (US Army) itu milik Amerika Serikat. Delta Force terlibat langsung dalam operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores.
Keterlibatan mereka seolah menjadi sinyal keras: Washington mengerahkan unit paling rahasia dan mematikan yang dimilikinya.
Delta Force merupakan sebutan ringkas dari Detasemen Operasional Pasukan Khusus ke-1–Delta (SFOD-D ke-1), US Army.
Selain disebut Delta Force, pasukan ini juga sering disebut CAG (Combat Applications Group), The Dreaded D, atau D-Boys.
Untuk Misi Berisiko Ekstrem
Unit ini berada di bawah komando Joint Special Operations Command (JSOC) dan dikenal sebagai pasukan “bayangan”.
Delta Force berada di bawah kendali operasional Komando Operasi Khusus Gabungan. Misi unit ini terutama adalah melaksanakan kontra-terorisme, penyelamatan sandera, tindakan langsung, dan pengintaian khusus terhadap target bernilai tinggi.
Delta Force resmikan didirikan pada 19 November 1977 oleh Kolonel Charles Beckwith dan Kolonel Thomas Henry hasil inspirasi dari unit pasukan elite Inggris bernama SAS.
Rekrutmen pasukan Delta Force sangat berat. Kandidat diambil dari prajurit terbaik Angkatan Darat AS antara lain Green Berets dan Rangers, lalu disaring melalui seleksi fisik, mental, dan taktis yang ekstrem. Hanya segelintir yang mampu lolos.
Dalam operasi Venezuela, Delta Force disebut menjadi ujung tombak penyusupan ke Caracas.
Keterlibatan mereka menegaskan satu pesan: jika Delta Force turun tangan, taruhannya bukan sekadar operasi militer biasa, melainkan perubahan arah politik global.
Sejak awal, mereka dirancang untuk menghadapi terorisme global, pembebasan sandera, hingga operasi penangkapan tokoh strategis. Keberadaan dan strukturnya nyaris sepenuhnya dirahasiakan. BHS











