Butur – Ali Rasad salah seorang Warga Desa Sumampeno Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, mengeluhkan genangan air yang melanda pemukiman warga imbas dari pengerjaan jalan Labuan – Maligano.
Kata dia genangan air itu dipicu karena tidak tersedianya drainase (saluran air) sedangkan letak rumah-rumah warga tersebut berada lebih rendah daripada ruas jalan.
“Kalau sudah hujan, mereka tidak bisa beraktifitas karena rumah mereka dikepung air. Untung kalau hujannya singkat, tapi kalau hujannya awet, mau tidak mau mereka harus mengungsi,” katanya, Ahad (4/8/24).
Dia juga mengatakan bahwa sebelum adan proyek pengerjaan jalan tersebut rumah-rumah warga itu tidak pernah digenangi air.
“Baru saja ini setelah jalanan ini mulus,” katanya lagi.
Hingga saat ini lanjutnya, para warga yang terdampak hanya mampu mengeluh dan mengadu kepada pemerintah Desa Sumampeno.
“Termasuk saya sebagai keluarga mereka (warga terdampak red) hanya bisa menyampaikan masalah ini kepada pak desa,” katanya lagi.
Ali Rasad berharap Pemerintah Desa Sumampeno dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dialami warga tersebut.
“Saya pribadi dan warga yang terdampak berharap, pemerintah memberikan jalan keluar atas permasalahan ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumampeno, La Kambera mengatakan bahwa keluhan warganya itu sudah disampaikan kepada pihak terkait.
“Kami sudah sampaikan kepada instansi terkait dalam hal ini Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara. Insya Allah dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti,” jelasnya.
(Red)






