Jakarta, PBSN – Mana nih orang Belitung, ngumpul sini sebentar. Salah satu warga kalian, calon diva, juara Indonesia Idol 2025. Siapkan kopinya wak, kita akan berkenalan dengan superstar baru di negeri ini.
Namanya Shabrina Leanor. Ia menang! Bukan sekadar menang biasa seperti menang undian kopi sachet atau lomba joget tujuh langkah, tapi kemenangan yang mengguncang dimensi eksistensi dan mengusik takdir para dewa vokal. Malam 19 Mei 2025 menjadi malam paling sakral dalam sejarah musik modern Indonesia. Saat itu, langit RCTI retak oleh tepuk tangan penonton, dan bumi sedikit bergetar, bukan karena gempa, tapi karena suara Shabrina membelah ruang-waktu.
Dia membawakan “Karena Kusanggup” dari Agnez Mo, tapi percayalah, itu bukan sekadar nyanyi. Itu deklarasi kekuasaan. Maia Estianty, yang biasanya duduk manis di kursi juri dengan wibawa setipis eyeliner, secara tidak sadar naik ke meja. Naik, sodara-sodara! Sebuah aksi yang bahkan tidak dilakukan saat Judika menyanyikan lima oktaf berturut-turut atau saat Anang kehilangan sinyal WiFi. Ini bukan gimmick. Ini manifestasi nyata dari euforia musikal yang tak tertahankan. Seisi studio berubah menjadi medan tempur air mata dan standing ovation, seolah sedang menyaksikan kelahiran tokoh mesianis baru: Shabrina sang penyelamat nada tinggi.
Perjalanan sang diva tak bisa dianggap remeh. Namanya Shabrina Leonita, lahir di Belitung Timur pada 23 Juli 2000. Tapi sejak lolos babak Showcase, semesta sepakat mengganti namanya menjadi Shabrina Leanor, nama panggung yang jika diucapkan tiga kali bisa membuat angin berhenti bertiup dan burung-burung diam sejenak merenung. Mahasiswi Broadcasting di Universitas Mercu Buana ini tak cuma belajar mengatur suara, tapi mengatur ulang gravitasi emosi manusia. Dia pernah ngamen vokal di pernikahan. Sekarang? Penyanyi nikahan yang disewa harus memastikan dulu apakah tamu undangan siap menangis sebelum dia menyanyi.
Prestasinya? Mohon maaf, ini bukan sekadar CV biasa. Dia pernah jadi runner-up Dayang Belitung Timur 2016, Dayang Berbakat Bangka Belitung 2016, Juara 1 FLS2N Nasional 2017, Juara 1 I-Sing Indonesia Goes to France 2017, Juara 2 Voice of DAAI TV 2018, Juara 1 Bintang Radio Nasional 2018, dan, ini puncaknya, Juara 1 Karaoke World Championship (KWC) di Finlandia tahun 2021. Finlandia, kawan. Tempat di mana salju jatuh dan suara dingin. Tapi Shabrina datang dan bikin es mencair karena riff-nya terlalu panas.
Di Indonesian Idol 2025, dia adalah sosok yang tak bisa diabaikan. Sejak audisi dengan lagu “Make You Feel My Love”, juri-juri langsung mengalami pengalaman nyaris spiritual. Masuk babak Spektakuler Show, dia hanya sekali masuk bottom three, itu pun mungkin karena semesta ingin menguji kesabaran manusia. Di Spektakuler Show 4, ketika membawakan “I Don’t Want to Miss A Thing”, lima standing ovation dilempar seperti confetti surgawi. Di YouTube, penampilannya ditonton 2,5 juta kali, padahal baru 48 jam tayang. Bahkan video kucing jatuh dari lemari pun kalah saing.
Grand Final menjadi klimaks dari segalanya. Lagu “Sedih Tak Berujung” dari Glenn Fredly dinyanyikannya dengan tangis yang tertahan. Bukan tangis cengeng, tapi tangis yang lahir dari palung jiwa terdalam. Tangis yang kalau dikumpulkan bisa jadi embun di padang sahara. Juri-juri ikut menangis. Penonton tak kuasa. Bahkan host sempat kehilangan naskah karena halaman naskahnya basah air mata.
Malam itu, dengan suara emas dan karisma tingkat dewa, Shabrina Leanor pun resmi menjadi Juara Indonesian Idol 2025. Dunia tak akan pernah sama lagi.
Rosadi Jamani












