RR SEBUT DUKUNGAN JOKOWI KEPADA CAPRES BERPOTENSI MERUGIKAN, INI ALASANNYA

Politik248 Views

Jakarta – Tokoh Nasional Rizal Ramli mengatakan bahwa dukungan (endorsement) oleh mantan Presiden bisa sangat efektif jika Presiden itu punya reputasi dan track record luar biasa.

“Contohnya, dukungan Presiden Amerika paling hebat Franklin Roosevelt kepada tokoh biasa Truman, atau Presiden populer Reagan mendukung Capres George Bush Sr,” ujar RR pada Diskusi Detik bertemakan Adu Prespektif, Rabu (3/8/22).

“Dukungan ‘tidak langsung dan anumerta’ Pendiri Republik Presiden Soekarno sangat membantu terpilihnya Megawati. Tetapi dukungan Presiden Soeharto pada tahun 1998 kepada Habibie hanya membuat Habibie bertahan 1 tahun sehingga harus mengadakan Pemilu tahun 1999,” sambung Ekonom Senior tersebut.

Mantan Menko Marives itu juga mengatakan dukungan Jokowi kepada Capres berikutnya nyaris tidak akan berarti banyak.

Bahkan menurut dia, bisa-bisa merugikan (backfired) karena kondisi rakyat sedang susah baik karena kesulitan ekonomi maupun pola tindak yang semakin otoriter.

Pasalnya rakyat sudah keburu sebal karena prilaku dinastik Jokowi dan semakin meluasnya prilaku KKN.

“Jokowi tidak akan meninggalkan legacy yang berarti. Boleh dikata, legacy-nya dubious : Ekonomi rakyat susah, infrastruktur-beban-utang, Raja Utang & janji-janji soal Trisakti, Nawacita dan lain-lain, kebijakan-kebijakan anti-demokrasi, kontradiksi antara ucapan vs tindakan,” ujarnya lagi.

Lebih jauh RR mengatakan bahwa Jokowi tidak pernah berjuang untuk menegakkan demokrasi di Indonesia.

“Tapi Jokowi diuntungkan dan menikmati manfaat dengan adanya demokrasi, sehingga bisa jadi Presiden. Tetapi sejak berkuasa, Jokowi secara bertahap melakukan amputasi terhadap demokrasi dgn berbagai kebijakan dan pola tindak yang semakin otoriter,” jelasnya.

Jokowi kata RR, harusnya sadar diri bahwa dukungannya (endorsement) kepada Capres tidak akan efektif dan bahkan bisa berdampak negatif karena Jokowi tidak punya kekuasan terhadap partai (apalagi sampai 20%)

“Dukungan Jokowi kepada beberapa orang capres-capres, tidak fokus dan sangat cair sehingga tidak akan efektif,” imbuhnya.

RR menambahkan bahwa capres pasca-Jokowi harus melanjutkan program Jokowi merupakan kriteria yang ngawur karena akan meneruskan proyek-proyek infstruktur dengan beban utang, proyek tidak urgent seperti IKN, kebijakan yang merugikan seperti Omni-Bus Law, amputasi KPK dan rencana KUHP otoriter.

“Permainan ‘King-Maker’ Jokowi tidak akan efektif dan hanya akan menjadi akrobatik media, dan tidak mengurangi resiko pasca-Jokowi,” tandasnya.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *