PETINGGI PDIP AKUI KEKUATAN POLITIK LUHUT PANJAITAN

Politik615 Views

Jakarta – Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto mendukung larangan Presiden Joko Widodo kepada anggota kabinetnya untuk tidak berbicara penundaan pemilu ataupun perpanjangan masa jabatan presiden.

Sebagaimana diketahui Jokowi bahkan meminta para menterinya untuk fokus melaksanakan pekerjaannya.

“Itu kan Presiden memperingatkan. Ya boleh-boleh saja, namanya Presiden. ‘Tugasmu sebagai menteri. Sudahlah, nggak usah bicara itu’. Boleh dong. Menteri kan teknis. Apa iya pantes, misalnya saya bikin ekstrem, misalnya seorang menteri, Bu Sri Mulyani bicara kepemiluan. Kontras. Nggak masuk,” kata Bambang seperti dikutip Viva, Kamis (7/4/22).

Menurut Bambang, instruksi Presiden Jokowi menjadi peringatan untuk para menterinya yang masih berwacana untuk menunda pemilu.

“Maka, sadarlah pada posisimu, sebagai Pak Presiden sedang mengingatkan menteri-menterinya supaya sadar posisi. Tapi kalau Menteri Dalam Negeri ya itu, kalau mau ngomong masih ada make sense dengan tugasnya. Masih masuk akal kalau dalam tugas kalau Mendagri. Tapi menteri yang nggak ada urusannya, nggak usahlah (ikutan bicara pemilu),” kata Bambang.

Selain itu, Bambang juga menyoroti Menko Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang tidak tepat apabila berbicara penundaan pemilu.

Sementara saat ditanya mengenai Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Bambang menyebutnya ‘prime minister’.

“Kalau Pak Airlangga sebagai ketum. Kalau sebagai menko, ya nggak pas. Kalau Pak Luhut ya monggo saja, bisa evaluasi sendiri. Kan banyak orang yang mengatakan beliau prime minister. Menteri utama. Menko kan menteri utama, bos. Tapi orang juga paham sekali betapa Pak Luhut sangat kuat. Power politiknya kuat. Misalnya, contoh Pak Presiden pernah statement disetop ekspor kan gitu. Dua hari berikutnya dibuka lagi Pak Luhut yang statement. Itu clear-lah. Orang politik juga paham,” ujarnya.

“Bambang Pacul orang politik paham. Gitu loh. Tentu kalau dia dari sini kita sama-sama paham. Kita memahami, kita mengerti, tapi kita nggak bisa berbuat apapun,” jelas Bambang.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *