MINTA MAAF. DIMAAFKAN GAAAK?

Opini332 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Orang minta maaf pada umumnya karena merasa bersalah. Jarang kalau minta maaf itu kalau dia tidak bersalah. Umumnya dia di kejar-kejar dosa dan bayangan dia sendiri saat mendzolimi orang banyak terutama rakyatnya sendiri.

Hari-hari yang menyiksa baginya di kala mau tidur seperti ada layar yang besar di depannya menonton video atau film yang berkisah penyiksaan rakyatnya selama mau 10 tahun yang berakhir dengan meloloskan anak sulungnya yang akan jadi penggantinya dengan memakai cara-cara haram yang menjijikkan.

Itu sebabnya saat dalam sebuah prodcast RG ditanya kalau ditawar jadi menteri maka RG balik mengatakan saya hanya mau minta jabatan jadi JAKSA AGUNG.

Untuk apa, RG bilang mau tangkap para koruptor dan yang pertama mau ditangkap itu JOKOWI.

Mungkin lahir kata permintahan maaf karena nonton prodcast itu. Maka mulai dia pasang strategi dengan OBRAL TAMBANG didua ORMAS Islam yakni NU dan MUHAMMADIYAH. Ini murni bukan ikhlas mau bagi tambang tapi minta perlindungan atau suaka politik kepada dua ORMAS ini untuk melindungi dia.

Apalagi ada satu ancaman dari Abang kita sang PENGACARA and the gangnya berjanji kalau dia pensiun saya akan kejar dia kemana aja. So pasti ini bukan ancaman gertak sambal karena senior ini udah bertahun-tahun berjibaku di parlemen jalanan.

Kalau Abang kita cs mau mengejar dia maka kami dech para aktivis akan ikutan mana tahu kita kebagian ngikat dia di pohon istana negara baru dirinya dilumurin dengan gula supaya semut-semut dari seluru semut datang menggigitnya termasuk tawon.

Inilah hari-hari yang menyiksa sang raja jawa tukang ngibul. Dia akhir-akhir masa baktinya dia masih bisa mengadu domba rakyatnya yang tergabung dalam ORMAS MUHAMMADIYAH karena persoalan tambang yang sudah menghancurkan lingkungan dan alam dan mau serahkan kepada dua ORMAS itu. Dan dungunya kedua ormas itu mau menerimanya.

Pada hal dua profesor mantan ketua Umum MD Prof. Dr. Amin Rais dan Prof. Dr. Din Syamsudin jauh-jauh hari sudah mengingatkan agar jangan terima tawaran tambang itu karena bisa masuk jebakan BETMEN. Tapi para pengurus tetap ngotot terima kecuali Buya Dr. Anwar Abas dan Dr. Busyro Muqoddas. Tapi mau gimala lagi kalau mereka sudah menerimanya. Biar para kader di bawah jingkrak-jingkrak protes gak ada gunanya.

Semua berasumsi dari pada di kelola ASING ASENG mendingan anak bangsa sendiri yang kelola. Tapi pertanyaannya adalah kenapa baru sekarang mau serahin giliran udah hancur lebur baru mau serahin. 10 tahun menjabat gak ada tawaran apa-apa.

Giliran tinggal 3 bulan selesai mau serahin. Mau cuci tangan ya. Mau salahkan Muhammadiyah dan NU yang turut ikut rusakin alam dan lingkungan. ORMAS agama lain tetap dengan tegas menolaknya. Ya sudah ambil itu pemberian dan kami di bawah hanya bisa menyaksikan sambil berdo’a semoga gak di PRANK oleh Raja gorong-gorong melalui kaki tangannya sebagai pembantunya si BAHLUL. Wallahu A’lam. Nun walqolami wama yasturuuun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *