KENAPA YA JOKOWI GAK BISA DITUMBANGKAN SEHINGGA DIA MAKIN MERAJALELA DENGAN KEKUASAANNYA

Opini259 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Semua aktifis demokrasi jadi lumpu layu semua. Mahasiswa dan elemen-elemen demokrasi lain makin jadi ayam sayur. Semua tak berdaya dengan melihat kepongahan rezim dinasti saat ini. Semua lembaga hukum hanya sebagai tukang stempel untuk kelanjutan kekuasaan dinasti yang sekarang makin merajalela. Keberanian menjatuhkan rezim otoriter sejak zaman Soekarno sampai Gus Dur hanya tinggal cerita dongeng pengantar tidur semata.

Dimana kegarangan adik-adik para mahasiswa tempo doeloe yang dengan gagahnya menjatuhkan Soeharto….? Dimana para aktivis pro demokrasi yang kalau dalam seminarnya begitu lantang dan beraninya mengungkapkan kebobrokan penguasa saat ini. Tapi itu hanya pada tataran meja seminar tapi dalam tingkat action NEHI alias zero. Mana tu rakyat yang selalu berteriak susah tapi diam seribu bahasa menerima segala himpitan membebani hidupnya.

Semua peraturan yang diinginkan penguasa diAMINkan oleh DPR dan lembaga hukum lainnya. Dan rakyat hanya jadi penonton setianya. Tidak ada tergerak dari rakyat Indonesia (separoh aja kalau tidak mau semuanya) untuk melakukan protes dan mengusir penghuni istana dan mengarak mereka beramai-ramai dan menggantungkan di MONAS untuk mempertanggung jawabkan kelakuan penghuni istana akibat penghianatan mereka kepada rakyatnya …?

Kekuasaan rezim masih tersisa ada tinggal 3 bulan. Dan dalam 3 bulan ini dia akan berusaha sekuat tenaga agar bisa menjaga kelanggengan kekuasaannya dengan menanamkan kuku-kukunya di Jakarta melalui anaknya Kaesang dan di Sumatra Utara mantunya Bobby. Belum puas menanamkan anaknya jadi WAPRES terpilih dengan cara curang. Untung cucu-cucunya masih BALITA. Seandainya cucu-cucunya udah cukup umurnya maka tidak mustahil mereka juga akan kebagian kue kekuasaan dari kakeknya yang udah menjelma jadi raja jawa.

Mereka tidak sadar bahwa ini hanya merupakan ISTIDRAJ dari Allah. Rakyat diam bukan berarti diam sama sekali dan membiarkan kedzaliman ini merajalela. Mulut para rakyat yang terdzalimi tidak henti-hentinya berdo’a agar rezim laknat ini tumbang sesegera mungkin dengan diliputi kehinaan. Hasilnya mulai kelihatan. Rezim semakin susah mencari dana segar untuk mengkorupsi dan membiayai kelangsungan bernegara ini. Apalagi mau membiayai infrastruktur-infrastruktur yang akan terbengkalai seperti IKN. Lihat aja kepala otoritas IKN dan wakilnya sudah mengundurkan diri berjama’ah. Nanti ke depan apalagi. Kita tidak tahu. Ini semua berkat do’a dari rakyat Indonesia yang terdzalimi.

Waktu 3 bulan ke depan mungkin kelihatan cepat dan tidak lama lagi habis. Itu bukan berarti tidak akan terjadi apa-apa dengan rezim ini. Alias rezim ini akan aman damai sentosa dengan kedzaliman dan penghianatan kepada rakyatnya. InsyaAllah akan ada peristiwa lebih dahsyat dari sekedar mundur secara berjama’ah.
Apa itu …? Biar Allah lah yang tahu. Kita hanya bisa berdo’a dan mengeluh serta meminta. Yakinlah Allah tidak tidak tidur. Becik ketitik oloketoro. Rupanya rezim ini nanti Allah turun langsung baru mereka menyerah. Kalau harap manusia semua penakut karena udah mengindap penyakit HUBUDDUNYA WA QORIHATUL MAUT.

Wallahul A’lam ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed