KASUS KORUPSI 271 TRILIUN VS APARAT KEJAKSAAN YANG KECIPRATAN MALAM LAILATUL QADAR

Opini275 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Memang bukan gampang jadi aparatur negara di negeri konoha yang kebanyakan di dominasi oleh aparat bermental bandit. Hal itulah yang menyebabkan korupsi subur di negeri ini. Di pertengahan bulan yang suci ini bulan Ramadhan tiba-tiba muncul berita ada sekelompok para bandit dan perampok kekayaan negara maling sampai ratusan triliun rupiah. Tepatnya 271 triliun rupiah. Dan para bandit ini tergabung di kubu paslon 02. Ada disitu terlibat 8 publik figur. Mulai dari artis sampai kyai. Yang mana mereka selalu memamerkan kekayaan mereka dengan mobil-mobil berkelas yang bagi rakyat miskin hanya bisa menelan ludah aja dikala melihatnya.

Dan yang mengusut kasus besar ini adalah kejaksaan. Koq bisa ada aparat yang berani membongkar kasus ini? Sudah pasti ada yang berani karena tidak semua aparat itu bermental bandit. Tetap di kalangan aparat itu ada yang masih punya integritas dan punya marwah kejujuran dan keadilan. Apalagi dia masih taat menjalankan agamanya. Kalau dia beragama Islam minimal dia masih shalat. Kalau dia jujur dalam shalatnya tidak mustahil dia kecipratan cahaya malam LAILATUL QADAR. Sehingga dia berani mengungkap kasus ini. Aparat-aparat ini ada di Kejaksaan, di Kepolisian dan di KPK juga ada. Mereka semua masih berintegritas.

Tidak mudah mengungkap kasus ini. Apalagi sudah mau mendekati lebaran. Kita bilang tidak mudah bukan karena bentuk kasusnya tapi disaat mengungkap kasus ini godaannya cukup besar, begitu juga tantangannya. Ratusan triliun ini bukan hanya jutaan. Dan yang terlibat disitu para pendukung paslon 02 yang udah ngebet mau jadi presiden walau di tempuh dengan cara HARAM yakni dengan kecurangan TSM.

Hanya orang-orang yang bermental dan berjiwa beranilah yang bisa mengungkap kasus ini. Disamping berani dia juga di dorong oleh kekuatan metafisik supranatural. Yang dalam Islam ini disebut karomah. Karena ini di akhir Ramadhan dia di dorong oleh mental cahaya Malam Lailatul Qadar.

Coba bayangkan dari 271 triliun itu aja dia sisihkan 10 atau 20 triliun atau bahkan 50 triliun aja dia ambor dan sawerin di kejaksaan agar kasus ini tidak terungkap maka selesailah kasus ini. Tapi ternyata di kejaksaan masih banyak aparat-aparat yang berdarah merah putih. Cinta tanah air dan berjiwa patriotisme maka mereka gak peduli pendukung mana disikat habis. Semoga masih banyak aparat seperti ini di negeri yang kita cintai ini.

Begitu juga di MK. Ternyata masih ada HAKIM-HAKIM yang berintegritas yang tidak mau mengikuti kemauan rezim laknat. Mereka dengan berani mengabulkan dan memutuskan gugatan dua orang mahasiswa UI yang tidak menginginkan PILKADA dimajukan karena sesuai undang-undang dilaksanakan bulan Nofember tapi bagi rezim laknat mau di majukan bulan september supaya bisa mengontrolnya. Ini disebabkan anak dari Jokowi yakni KAESANG mau di calonkan sebagai gubernur Jakarta.

Semoga pada kasus gugatan PEMILU CURANG MK bisa memutuskan berdasarkan keadilan sesuai fakta-fakta dan bukti yang nyata dengan mendis siapa yang bersalah. Dan memutuskan dengan jujur yang pantas memimpin negeri ini.
Kalau bukan sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita siapa lagi yang peduli pada negeri ini. Jangan sampai negeri ini dipimpin oleh manusia berjiwa bandit yang selalu berteriak mati tenggelam bersama rakyat. Tapi rakyat yang mati dan tenggelam tapi dia enak-enak bersama FIR’AUN, QORUN dan HAMAN di istana.

Wallahu A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *