RR NILAI SRI MULYANI BIANG KEROK KEHANCURAN EKONOMI INDONESIA

News183 Views

Jakarta – Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan kebijakan ekonomi yang diambil oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) banyak menyengsarakan rakyat Indonesia.

“SMI benar-benar payah dan merugikan RI. Dipuja-puji media international karena memang menguntungkan kreditor-kreditor internasional (selisih bunga lebih 2 persen) dan tukar-tukar iklan,” ujarnya, Kamis (19/1/23).

RR sapaan akrabnya lantas membandingkan komitmen kebijakan ekonomi pada era Presiden Soeharto yang memiliki kepedulian terhadap rakyat dengan kebijakan ekonomi saat ini yang nyaris tidak memiliki empati terhadap rakyat.

“Kalau Sri Mulyani Indrawati (SMI) dibandingkan dengan senior senior seperti Prof Wijoyo Nitisastro dkk, maka mereka masih ada empati dengan rakyat, membantu Pak Harto design pembangunan SD Inpres, puskesmas dll. Sri Mulyani Indrawati (SMI) adalah srikandi skandal Bank Century, benar-benar payah dan merugikan rakyat RI,” ujarnya lagi.

Padahal lanjut RR, presiden Soeharto saat itu tidak begitu paham soal ekonomi. Namun menurut RR, Prof Wijoyo beserta timnya memberikan informasi yang obyektif terhadap penguasa orde baru itu.

“Soal tehnis Pak Harto ndak ngerti-ngerti amat. Tapi Prof Wijoyo dan kawan-kawan tidak ngibuli Pak Harto. Demikian juga Gus Dur, saya (RR ) tidak pernah ngibuli Gus Dur. Disitulah integritas kaum intelektual diuji. Mentang-mentang bos-nye ndak ngerti, terus dikibuli oleh SMI, dikasih angin sorga, membebani rakyat RI dengan utang ugal-ugalan (Rp7500 trilyun),” jelasnya.

Akibat dari kebijakan ekonomi yang jor-joran itu kata RR, rakyat mengalami pencabutan subsidi, dan penggerusan daya beli sehingga semakin miskin dan menderita.

Namun RR optimis bahwa pada akhirnya kedok SMI sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) akan terbuka karena kehadirannya hanya menjadi beban Indonesia.

“Pada waktunya akan terbuka SMI hanya jadi beban Indonesia karena kebijakan utang jor-joran berbunga tinggi (2% lebih tinggi dari negara-negara yang ratingnya sama atau lebih rendah dari RI). Beban bunga mahal tersebut harus dibayar rakyat! Akibatnya, Jokowi semakin anjlok akibat kebijakan-kebijakan SMI yang memberatkan rakyat, seperti menaikkan pajak dan naiknya harga kebutuhan pokok (pangan dan energi), SMI memajakin rakyat yang dibebani ”sing printil-printil SMI,” pungkasnya.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *