Jakarta, PBSN – Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menyebut pertimbangan strategis menjadi alasan Presiden Prabowo tak melibatkan Gibran Rakabuming saat Kepala Negara bertemu pimpinan partai di Istana Negara, Jakarta, Minggu (31/8/2025) kemarin.
“Pertemuan Presiden Prabowo dengan pimpinan partai tanpa melibatkan Gibran Rakabuming Raka kiranya hanya pertimbangan strategis,” kata dia melalui pesan, Rabu (3/9/2025).
Diketahui, Prabowo bertemu pimpinan partai setelah serangkaian demonstrasi berujung ricuh di berbagai daerah.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, hingga Ketum PKB Muhaimin Iskandar hadir dalam pertemuan dengan Prabowo.
Menurut Jamiluddin, Prabowo lebih membutuhkan Megawati ketika kondisi keamanan Indonesia tak stabil akibat banyaknya aksi demonstrasi serentak diberbagai kota di tanah air.
“Prabowo saat krisis tersebut sangat membutuhkan kehadiran Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP. Sebagai pemenang Pileg 2024, PDIP tentu diperhitungkan dalam menenangkan massa yang sedang bergejolak,” ulas dia.
Jamiluddin mengatakan kehadiran Megawati setidaknya bisa memberi sinyal ke kader dan simpatisan PDIP untuk membantu pemerintah mengendalikan keamanan.
“Hal itu dapat membantu meredam eskalasi gejolak di masyarakat,” ujarnya.
Namun, kata eks Dekan Fikom IISIP Jakarta itu, peluang Megawati hadir sangat kecil jika Gibran hadir dalam pertemuan pada Minggu kemarin.
Sebab, lanjut Jamiluddin, Megawati sudah sejak awal tidak mengakui Gibran karena pencalonannya pada pilpres lalu cacat secara hukum dan konstitusi.
“Tampaknya, Prabowo memahami masalah psikologis dan sosiologis tersebut. Prabowo menilai lebih strategis kehadiran Megawati daripada Gibran dalam pertemuan tersebut,” katanya.






