Pengamat : Kasihan Negeri Ini, Presiden Suka Omon-omon dan Gibran Lulusan SMP

News, Politik19 Views

Jakarta, PBSN – Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan nasional. Ia menilai kondisi negeri saat ini memprihatinkan karena, menurutnya, gaya komunikasi dan kapasitas kepemimpinan elite nasional belum mencerminkan harapan masyarakat.

Dalam pernyataannya, Gigin menggunakan bahasa yang sangat tajam ketika mengkritik Presiden. Ia menyebut Presiden sebagai sosok yang “goblog” dan gemar menyampaikan “omon-omon” atau pernyataan yang dinilainya tidak sejalan dengan kenyataan.

“Sungguh kasihan negeri ini. Presidennya goblog dan suka omon-omon,” kata Gigin Praginanto, Kamis (24/9/2026).

Tak berhenti di situ, Gigin juga menyoroti Gibran. Ia menyebut latar belakang pendidikan Gibran dan menilai penampilannya dalam sejumlah kesempatan tidak menunjukkan kualitas kepemimpinan yang menurutnya dibutuhkan untuk menjalankan pemerintahan.

“Wakilnya cuma lulusan SMP dan cuma bisa senyam-senyum dengan mata ke sana-kemari,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian pribadi Gigin dalam menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan nasional. Ungkapan yang digunakan juga bersifat keras dan bernada evaluatif, sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai fakta objektif mengenai kapasitas pribadi Presiden maupun Wakil Presiden.

Kritik Gigin pada dasarnya menyoroti persoalan yang lebih luas, yakni kualitas komunikasi politik, kapasitas kepemimpinan, serta pertanggungjawaban pejabat publik terhadap pernyataan dan kebijakan yang disampaikan kepada masyarakat.

Sebagai pejabat publik, Prabowo dan Gibran kerap menjadi sorotan masyarakat. Setiap pernyataan dan kebijakan yang dikeluarkan dapat dinilai dan dikritisi publik, termasuk oleh pengamat maupun kelompok masyarakat sipil.

Di sisi lain, penilaian terhadap seorang pemimpin idealnya juga dapat dibedakan antara kritik terhadap kebijakan atau kinerja dengan serangan terhadap pribadi. Karena itu, pernyataan Gigin tersebut perlu ditempatkan sebagai kritik dan pandangan politiknya, bukan sebagai kesimpulan objektif mengenai kapasitas Presiden dan Wakil Presiden.

Kritik tersebut sekaligus memperlihatkan kerasnya perdebatan publik mengenai pemerintahan saat ini. Perbedaan penilaian terhadap gaya komunikasi, kebijakan, serta kinerja pemerintah masih menjadi bagian dari dinamika politik nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *