Jakarta, PBSN – Nama Raline Shah kembali menjadi sorotan. Setelah sekitar satu tahun sembilan bulan berkecimpung di lingkungan pemerintahan, aktris dan model tersebut resmi mundur dari jabatan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital.
Keputusan itu efektif berlaku sejak 13 Oktober 2026.
Keputusan Raline mengakhiri penugasan yang dimulai pada 13 Januari 2025, ketika ia dilantik oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Namun, apa yang membuat Raline memilih meninggalkan jabatan tersebut dan kembali memusatkan perhatian pada perjalanan profesionalnya?
Jawabannya bukan soal konflik yang terungkap ke publik. Raline menyebut keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai komitmen pribadi dan profesional, termasuk kelanjutan kariernya di industri hiburan.
Bukan Keputusan Mendadak, Ini Alasan Raline
Menurut penjelasan Raline, tanggung jawab profesional yang terus berkembang membuatnya tidak lagi memiliki kapasitas optimal untuk menjalankan tugas sebagai staf khusus menteri.
Jabatan tersebut, menurut dia, membutuhkan perhatian dan komitmen besar. Setelah melalui refleksi pribadi, Raline akhirnya memutuskan mengakhiri penugasannya dengan persetujuan Meutya Hafid.
Keputusan ini sekaligus menandai berakhirnya babak berbeda dalam perjalanan karier Raline. Selama ini, publik mengenalnya melalui dunia hiburan dan industri mode. Kini, ia kembali memiliki ruang untuk menata agenda profesional di luar pemerintahan.
Bagaimana Respons Meutya Hafid?
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menghormati keputusan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Raline selama berada di lingkungan kementerian.
Meutya menegaskan bahwa dukungan Raline terhadap agenda transformasi digital Indonesia tetap dihargai.
Raline sendiri menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Pengalaman bekerja di pemerintahan, menurutnya, memberikan perspektif baru mengenai kompleksitas persoalan masyarakat, proses kebijakan publik, serta hubungan antara teknologi dan kebutuhan warga.
Dengan demikian, pengunduran diri ini tidak serta-merta berarti Raline meninggalkan perhatian terhadap isu digital Indonesia.
Dari Kemitraan Global hingga Perlindungan Anak di Internet
Selama bertugas, Raline berada dalam lingkup kemitraan global dan edukasi digital. Bidang ini mencakup dukungan terhadap literasi digital, keamanan ruang digital, serta perlindungan anak di internet.
Salah satu agenda penting Komdigi pada periode tersebut adalah implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS, yang mengatur tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam rangka perlindungan anak.
Babak Baru Raline Shah
Pengunduran diri Raline Shah menandai peralihan dari penugasan di pemerintahan menuju perjalanan profesional berikutnya. Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan, sementara Meutya Hafid menghormati keputusan tersebut.
Tidak ada alasan untuk langsung menyimpulkan adanya konflik di balik pengunduran diri ini. Berdasarkan penjelasan yang tersedia, kesibukan dan komitmen profesional menjadi pertimbangan utama.
Namun, satu hal yang menarik untuk ditunggu adalah langkah Raline selanjutnya setelah meninggalkan jabatan publik tersebut.
Apakah ia akan kembali lebih aktif ke industri hiburan, memperluas kiprah profesionalnya, atau tetap terlibat dalam isu literasi digital melalui jalur lain? Untuk saat ini, jawabannya masih menunggu perkembangan berikutnya. BHS












