Emang Gila, Lapas Depok Penghuninya Ngedugem, Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN

Hukrim, News9 Views

Depok, PBSN – Awalnya saya udah malas nulis soal Lapas, ujungnya hanya drama. Dugaan saya salah, sepertinya mulai dibersihkan. Penghuni Lapas Depok terekam asyik ngedugem, langsung dibersihkan. Sementara itu, Kalapas Cibinong “si pembohong abad ini” akhir dipecat dari ASN. Sambil menunggu Timnas vs Thailand.

Negara ini sudah gila. Benar-benar gila. Di Rutan Kelas I Depok, di balik tembok yang katanya penjara, sekelompok narapidana bisa dengan santai menyalakan lampu disko. Lal, memutar musik keras sampai bergemuruh. Mereka berjoget seperti di klub malam. Ada yang mengisap botol mengeluarkan asap putih pekat diduga sabu. Semua itu terjadi di kamar yang dihuni 22 orang.

Kepala Rutan Ario Galih Maduseno sendiri sudah mengakui video itu memang direkam di dalam rutannya. Tiga sampai empat orang didalami, dua petugas, satu dari satuan pengamanan, satu dari staf pembinaan, diperiksa karena diduga memfasilitasi masuknya barang haram. Mereka pun dilaporkan ke polisi.

Warga binaan yang terlibat digeser ke lapas lain. Kanwil Ditjenpas Jawa Barat lewat Yudi Suseno bilang akan tindak tegas. Tapi siapa percaya? Setelah razia gabungan katanya bersih dari HP dan narkoba, tiba-tiba video ini muncul. Musik keras, lampu disko, asap putih, 22 orang di kamar sama, bagaimana mungkin sipir tidak tahu? Bagaimana mungkin penghuni lain tidur nyenyak? Ini bukan kecolongan. Ini sudah menjadi sistem. Sudah menjadi budaya. Sudah menjadi kebiasaan biadab dilindungi oleh orang-orang digaji rakyat untuk menjaga ketertiban.

Jangan bilang ini kejadian baru. Jangan pura-pura kaget. Karena di tempat lain sebelumnya, di Lapas Kelas IIA Cibinong, skandal fasilitas mewah mirip vila sudah dibongkar Ombudsman. Ada hunian eksklusif, ada peralatan mewah, ada indikasi penyalahgunaan wewenang yang menjijikkan.

Hari ini, Senin 5 Oktober 2026, Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan mengumumkan, Kalapas nonaktif Wisnu Hani Putranto tidak sekadar dicopot, tapi diberhentikan sebagai ASN. Satu orang dipecat, lima mendapat hukuman disiplin berat, sebelas mendapat hukuman disiplin sedang. Total 17 ASN kena sanksi.

Bagus. Tapi terlambat. Terlalu terlambat. Setelah berapa lama mereka menikmati kekuasaan di balik tembok? Setelah berapa banyak uang mengalir? Setelah berapa banyak narapidana kaya tidur di kamar ber-AC sementara yang miskin berdesakan di sel pengap?

Ini bukan lagi soal kelalaian. Ini adalah pengkhianatan terang-terangan terhadap hukum, terhadap rakyat, terhadap akal sehat. Penjara seharusnya menjadi tempat penyesalan berubah menjadi tempat pesta, tempat bisnis, tempat istirahat mewah bagi mereka yang punya uang dan koneksi.

Musik keras di Rutan Depok, lampu disko, asap sabu, petugas yang diduga ikut membantu. Fasilitas mewah di Cibinong, Kalapas yang akhirnya dipecat setelah skandal meledak. Semua ini terjadi di bawah hidung negara. Semua ini dibiarkan sampai viral. Semua ini baru digubris setelah publik marah.

Negara ini sedang membusuk dari dalam. Dari sel-sel seharusnya gelap dan sunyi, kini berubah menjadi tempat pesta yang bising dan penuh asap. Dari penjara seharusnya menakutkan, kini menjadi tempat nyaman bagi mereka yang tahu cara bermain. Lalu kita, rakyat membayar pajak, hanya bisa menyaksikan dengan amarah semakin tidak tertahan. Berapa banyak lagi video yang harus viral? Berapa banyak lagi Kalapas yang harus dipecat? Berapa banyak lagi petugas harus dilaporkan ke polisi sebelum sistem busuk ini benar-benar dihancurkan sampai ke akarnya?

“Capek deh. Nanti, kalau situasi sudah tenang, Lapas-lapas itu akan begitu lagi, Bang”

“Benar banget. Selama para pejabat di kementerian Imipas sampai para sipir masih suka duit, praktik gila itu tak bakal hilang.”

 

 

Rosadi Jamani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *