Habib Rizieq : Tokoh Nasional Kumpul Rapatkan Barisan, Usut Tuntas Kasus Ijazah

Hukrim, News, Politik956 Views

Foto : ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Jakarta, PBSN – Tokoh FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) menggelar acara  Silaturrahim Ramadhan dengan para tokoh nasional yang diselenggarakan di Majelis Markaz Syariah, Petamburan Jakarta Pusat pada Sabtu (21/2) lalu. Hal ini dikutip tayangan Refly Harun Channel dengan tema “HRS Tegas Rapatkan Barisan! Para Tokoh Kumpul Usut Tuntas Kasus Ijazah”.

Jajaran tokoh nasional yang tampak hadir diacara tersebut, yakni Said Didu, Marwan Batubara, Letjend Purn Soenarko, Damai Hari Lubis, Rismon Sianipar Hasiloan, Muslim Arbi, Rizal Fadhillah, Roy Suryo, Refly Harun, Azaz Yanuar, Azam Khan, Juju Purwanto dll.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah serta memperkuat persatuan bangsa di bulan suci Ramadhan.

Dalam pidatonya HRS menyampaikan apresiasi terhadap para pejuang penegak keadilan terkait PIK 2 di Banten.

“Saya sampaikan kepada segenap elemen bangsa yang saya cintai. Pertama, saya mendukung penuh terhadap perjuangan bapak Muhammad Said Didu dan kawan-kawan untuk membantu menegakkan keadilan bagi masyarakat yang terkena program PIK 2 maupun lainnya karena yang mengklaim PSN ada di berbagai daerah,” kata HRS

“Nah mudah-mudahan perjuangan beliau dengan kawan-kawan diberikan kemenangan oleh Allah Subhanahu wata’ala,” ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat Banten untuk melawan kedzaliman atas perampasan tanah.

“Dan saya minta kepada seluruh elemen bangsa untuk mendukungnya dan saya minta kepada seluruh masyarakat Banten lakukan perlawanan terhadap segala bentuk kezaliman,” tegasnya.

HRS pun memberikan dukungan atas delapan poin yang dirumuskan para jendral purnawirawan.

“Yang kedua, alhamdulillah di sini ada Pak Soenarko, saya memberikan dukungan sepenuhnya atas pernyataan yaitu delapan pernyataan yang diberikan para purnawirawan jenderal TNI. Ada 100 lebih jendral, ada puluhan marsekal, laksamana, kolonel dan seterusnya,” beber dia.

“Ini satu pernyataan yang baik. Saya berharap pemerintahan kita menjadikan delapan pernyataan para purnawiran TNI tadi sebagai bahan masukan untuk mengambil pertimbangan,” jelasnya.

HRS meminta pemerintah untuk tidak mengabaikan masukan-masukan dari para purnawirawan jenderal TNI

“Nah, jadi jangan diabaikan. Ini masukkan, pelajari. Kalau memang bagus masukkan tersebut untuk perubahan ke arah yang lebih baik bagi bangsa Indonesia, wajib untuk diakomodir oleh pemerintah,” katanya.

Ia menyebutkan ada tambahan butir dari delapan poin yang dirumuskan para purnawirawan jenderal.

“Hanya saya tambahkan satu lagi yang ke sembilan tangkap dan adili Jokowi,” tandas HRS disambut hadirin dengan teriakan takbir dari para hadirin.

“Nah kenapa saya tambahkan begitu? Karena Jokowi ini memang problem maker. Dia ini yang bikin problem ini. Segala sesuatu yang bikin problem itu bukan hanya urusan ijazah saja tetapi segala macam urusan. Bahkan dulu waktu saya di Mekkah saya sempat mengubah syair dengan judul “si raja bohong,” ungkap dia.

Dia pun mengatakan bahwa jauh sebelumnya kegelisahan atas kebohongan Jokowi sudah disampaikan.

“Dan hal itu sudah kita sampaikan dari jauh-jauh hari tahun 2018 , kita sudah ingatkan orang ini pembohong, orang ini pendusta, orang ini harus dimakzulkan. Cuma saat itu masih banyak yang belum sadar,” katanya.

“Nah, kalau sekarang ini sudah banyak yang sadar. Bahkan yang dulu dukung Jokowi juga akhirnya mulai sadar, bahkan mulai jadi pahlawan kesiangan,” jelasnya.

Selain itu ia juga menyinggung soal ijazah Jokowi yang diduga palsu. Yang mempersoalkan ijazah palsu untuk tidak dikriminalisasi.

“Penelitian ilmiah yang mesti dibuktikan bukan dikriminalisasi,” katanya.

Bareskrim polri harus betul-betul serius memproses laporan ini.

Ia meminta kepada RRT untuk menguraikan pembuktian di hadapan hakim dalam persidangan apakah ijazah itu asli atau palsu.

“Jabarkan itu di depan hakim, di depan Jaksa , di depan semua ijazah ini asli apa palsu. Ayo kita buktikan di pengadilan,” tegasnya

Dia juga meminta kepada mabes polri untuk mengabaikan laporan Jokowi

“Mabes polri abaikan itu laporan Jokowi,” tandasnya lagi.

Sebagaimana diketahui, Joko Widodo berjanji akan hadir di sidang tudingan dugaan ijazah palsu. Namun hingga berbulan-bulam proses persidangan digelar dia selalu mangkir. Beb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *