Teheran – Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa mereka tidak memasok kendaraan udara tak berawak (UAV) ke Rusia untuk digunakan di Ukraina.
Melansir Sputniknews, Senin (17/10/22), seorang pejabat dari kementerian membantah laporan bahwa negaranya memasok drone ke Rusia.
Pejabat itu menyatakan bahwa berita tersebut “bermotif politik”.
Sebelumnya beredar informasi bahwa Rusia telah memesan UAV Arash-2 Iran.
Diketahui bahwa Drone Arash-2 memiliki kemampuan dapat membawa peledak jauh lebih banyak daripada Drone (Shahed).
Selain itu drone tersebut mampu mengenai sasaran, seperti rudal balistik Fath.
Drone kamikaze Arash-2 itu juga memiliki hulu ledak lebih besar dibandingkan dengan Shahid-136 dan jangkauan penerbangan mencapai 1.700 km.
(Red/Sumber)










