Bogor, PBSN – Mereka ingin menipu rakyat. Saat disidak, penuh kemewahan. Begitu dikunjungi menteri, semua kosong. Kita sedang berhadapan kaum goblok.
Pada Rabu 23 September 2026 Ombudsman datang membawa surat tugas resmi tapi ditolak hampir setengah jam. Seperti pengemis kotor mengganggu pesta para penjahat. Mereka dipaksa menunggu di kantin sambil dicaci maki dalam diam. Lalu akhirnya menyelinap lewat pagar kayu seratus meter dan menemukan lebih dari sepuluh unit hunian tipe 36 lebih mewah dari rumah pejabat tinggi.
Mereka menemukan sofa empuk, kulkas penuh botol miras, televisi layar lebar, meja makan, dapur pribadi, AC, gym, kolam, dan simulator golf.
Area parkirnya dipenuhi mobil mewah milik para tahanan. Sementara di belakang tempat sampah ada jalur keluar masuk yang longgar sekali, langsung menuju hutan bambu. Seolah para koruptor bisa keluar belanja di mall atau tidur dengan istri muda mereka lalu kembali sebelum matahari terbit.
Salah satu penghuni dengan tenang mengaku sebagai warga binaan membayar sejumlah uang untuk menikmati kemewahan ini.
Petugas datang mengusir seperti pelayan hotel yang melindungi tamu prioritas. Ini membuktikan, di sini hukum sudah mati dan diganti dengan tarif kamar suite.
Dua hari kemudian, ketika Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Kepala Bappisus datang. Keajaiban kotor terjadi. Perabot mewah tadi lengkap tiba-tiba menghilang secara ajaib, AC dicopot dengan alasan bodoh “rusak”, sofa dan kulkas miras lenyap, ruangan dikosongkan seolah sedang disiapkan untuk musim liburan berikutnya. Yang kemarin masih terlihat seperti apartemen bintang lima, sekarang tiba-tiba jadi gudang kosong yang memalukan. Ini bukan pembersihan, ini penghapusan bukti kejahatan dilakukan dengan tenang di depan mata pejabat yang seharusnya menghukum.
Netizen meledak marah karena kebenaran sudah telanjang. Penjara bagi koruptor dan bos kakap hanyalah cuti resmi berbayar, pelesir mewah di mana mereka tidak ditahan melainkan justru dimanjakan.
Mereka tidur di kasur empuk sambil minum wine hasil korupsi, olahraga di gym, main simulator golf, parkir mobil mewah, dan kalau bosan tinggal keluar lewat jalur sampah untuk menghirup udara bebas sebelum kembali ke kamar suite mereka. Rakyat biasa mati di sel sesak yang bau urin dan keringat. Sementara para penjahat ini hidup seperti raja dengan fasilitas dibayar dari pajak orang-orang yang mereka peras.
Saat disidak Ombudsman segalanya mewah dan lengkap, begitu menteri datang semua langsung kosong seolah ada tangan gaib menyembunyikan dosa. Hukuman di Lapas Cibinong adalah kebohongan terbesar yang pernah dibuat negara. Ini sebuah liburan panjang berbayar di mana penjahat tidak pernah benar-benar dipenjara, hanya dipindahkan ke hotel bintang lima dengan pagar kayu yang bolong.
Yang paling menjijikkan, semuanya terjadi di depan mata pejabat yang pura-pura kaget lalu segera membantu membersihkan jejak kejahatan itu.
“Bang, wajar kalau pejabat tak takut korupsi. Dipenjara malah dimanjakan.”
“Dipenjara cuma dua tahun. Di dalam Lapas, mereka malah hidup mewah,
Rosadi Jamani












