Sentani – Pangkogabwilhan III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa melanjutkan kunjungan kerjanya di Jayapura guna berdialog, bersilaturahmi, serta menyapa lebih dekat para Tokoh Agama dan Tokoh Adat Papua di Gereja Bethel Indonesia “Jemaat Bless Papua Ministry” Sentani Jayapura, Senin (16/05/2022).
Pada kesempatan tersebut Pangkogabwilhan III mengatakan bahwa keberadaan agama sejatinya untuk kebaikan dan memajukan peradaban umat manusia sehingga tercipta suasana yang harmonis, namun sebaliknya akan berdampak negatif bila agama itu disalah gunakan untuk kepentingan politik.
Mengutip pernyataan Presiden Soekarno “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”, Pangkogabwilhan III mengingatkan para tokoh yang notabene memiliki kharisma, power dan pengaruh tersebut agar jangan sampai mau diadu domba dan terprovokasi sehingga merusak kedamaian di Papua mengingat korban yang ditimbulkan oleh konflik tersebut adalah rakyat serta untuk bersama-sama berkarya demi terciptanya kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan rakyat Papua.
“Kita harus bangga sebagai Warga Negara Indonesia dengan kekayaan adat budaya serta situasi damai yang ada di Indonesia, kondisi damai tersebut tidak lepas dari peran para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Papua, saya berharap ini dapat diteruskan, saya mengapresiasi atas kerja keras bapak-bapak sekalian, karena telah melakukan pembinaan, pendampingan, menggembala umat dan sebagainya,” terang mantan Danrem 173/Biak itu.
Lebih lanjut Pangkogabwilhan III menegaskan, bahwa negara ini dibangun atas kesepakatan seluruh anak bangsa yang walau berbeda suku, agama, ras dan golongan, namun memiliki tujuan, harapan dan cita-cita yang sama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Saya jadi orang Bali karena saya lahir di Bali, agama saya Hindu karena orang tua saya Hindu, mungkin kalau saya lahir di Papua ini, maka saya jadi orang Papua. Inilah yang perlu dipahami, jangan karena perbedaan suku ras agama dan golongan ini menjadikan kita diadu domba, Kalau kita platformnya kedamaian, maka semua konflik akan selesai dan tercipta kedamaian, tetapi kalau platformnya bukan kedamaian, maka jangan berharap damai yang kita dapat,” jelas mantan Pangdam XVIII/Kasuari itu.
(Red)






