AIRLANGGA SEBUT TAHUN 2025, SMELTER NIKEL DI MOROWALI KAPASITAS 73.000 TON BAKAL BEROPERASI

Morowali – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa 2,5 tahun lagi atau tahun 2025 proyek smelter yang akan dibangun di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah akan selesai.
Hal tersebut disampaikan oleh Airlangga dalam seremonial peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek pertambangan dan pengolahan nikel rendah karbon terintegrasi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dan PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI).
Airlangga juga menyebut bahwa investasi untuk proyek tersebut mencapai Rp37,5 triliun dengan kapasitas produksi mencapai 73.000 ton per tahun. Airlangga meyakini proyek itu dapat rampung setidaknya pada 2025.
“Saya berharap ini akan diikuti dengan peletakan batu-batu berikutnya. InsyaAllah bisa diselesaikan dalam 2,5 tahun,” ujar Airlangga seperti dikutip Kamis (10/2/23).
Pemerintah memperkirakan bahwa proyek smelter di Morowali itu akan menyerap sekitar 12.000-15.000 tenaga kerja saat masa konstruksi dan sekitar 3.000 tenaga kerja saat operasional.
Penyerapan tenaga kerja akan memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi masyarakat terkait pengembangan ekosistem di Morowali.
Namun menurut dia, manfaat itu akan lebih maksimal jika serapan tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal.
“Saya menghimbau agar korporasi mengirim sebanyak-banyaknya pemuda-pemudi di sekitar sini untuk pendidikan dan pelatihan, sehingga nanti bisa bekerja di perusahaan ini,” ujarnya.
Pada hari itu pun terdapat groundbreaking Pelabuhan Bahomotefe di pesisir timur Morowali. Pelabuhan itu akan mendukung konektivitas antarwilayah ketika sudah beroperasi.
(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *