Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Inovasi Teknologi Hidroponik IoT untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Sebagai wujud komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma, pada hari Sabtu, 6 September 2025, tim dosen yang diketuai oleh Noor Hasan, M.Kom dan anggota Gunawan Budi Sulistyo, M.Kom serta Nani Purwati, M.Kom bersama mahasiswa melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) skema Program Kemitraan Masyarakat dengan fokus pada pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Asri di Desa Borokulon, Purworejo.

Kegiatan ini didanai oleh Yayasan Bina Sarana Informatika, mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui Inovasi Teknologi Hidroponik IoT untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan.” Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota KWT dalam mengelola pertanian modern, memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk sistem hidroponik yang efisien, ramah lingkungan, dan berdaya guna tinggi.

Melalui pelatihan, pendampingan, dan implementasi langsung, para anggota KWT dikenalkan pada teknologi hidroponik berbasis sensor IoT untuk memantau kelembaban, nutrisi, dan kondisi lingkungan tanaman secara real-time. Dengan demikian, proses perawatan tanaman menjadi lebih efektif, hemat sumber daya, dan hasil panen dapat meningkat.

Ketua Tim PKM menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di era modern. “Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian, tetapi juga memberdayakan kaum perempuan desa agar lebih mandiri secara ekonomi dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KWT Anggrek Asri Ibu Choirunisyak mengapresiasi kegiatan ini karena mampu membuka wawasan baru bagi para anggotanya. “Kami merasa terbantu dengan adanya teknologi hidroponik IoT ini. Semoga bisa kami kembangkan menjadi usaha produktif yang berkesinambungan,” tuturnya.

Program PKM ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di daerah lain, sehingga mampu memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *