GELAR AKSI 114, MAHASISWA DI MUNA MINTA PRESIDEN COPOT LUHUT DAN BAHLIL

Berita Daerah527 Views

Muna – Ribuan Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Muna, yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Muna Bersatu menggelar aksi di DPRD Kabupaten Muna, Senin (11/4/22).

Dari titik kumpul di bundaran Tugu Jati Raha, peserta aksi melalukan Long march sepanjang 5 km menuju Gedung DPRD Muna.

Namun sebelum itu, mahasiswa sempat melakukan aksi di perempatan jalan Gatot Subroto – Laino dengan membakar ban bekas hingga menimbulkan kemacetan sepanjang 1 Km.

Dalam orasinya, Ketua Umum PMII Cabang Muna Tirano, S.Pi., menyoal wacana 3 periode masa jabatan presiden.

Kata dia, wacana 3 periode merupakan salah satu bentuk perlawanan terhadap konstitusi pada pasal 7 UUD 1945 amandemen ke-1.

“Serta pasal 22 E dan Tap MPR nomor 13 tahun 1998 adalah buah hasil dari perjuangan para pendahulu, aktivis mahasiswa di angkatan 98.sebelum terwujudkannya wacana ini,” katanya.

Dia juga meminta Presiden Joko Widodo memecat anggota kabinetnya yang dinilai telah membuat kerasahan bagi seluruh rakyat Indonesia yakni Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu dia juga meminta Presiden Joko Widodo memecat Menteri Investasi dan BKPM Bahlil Lahadalia serta beberapa menteri yang lain.

“Kami juga mendesak agar pemerintah segera menghilangkan BBM Pertamax dan Pertalite dan kembalikan bahan bakar Besin (premium red) subsidi, agar dapat kami buktikan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat,” geramnya.

Mahasiswa juga meminta pemerintah untuk menurunkan harga minyak goreng dari 40 ribu perliter menjadi 15-16 ribu perliter.

Setelah melakukan orasi di depan Gedung DPRD Muna, Mahasiswa memaksa masuk di dalam gedung DPRD Muna untuk menemui Ketua DPRD Muna.

Walaupun diwarnai dengan aksi dorong-mendorong, namun karena banyaknya jumlah demonstran, barikade Satpol PP berhasil dibobol.

Di dalam gedung DPRD Muna, situasi semakin tegang saat peserta aksi dipersilahkan ruang sidang guna melaksanakan hearing dengan anggota DPRD Muna.

Walaupun nyaris ricuh saat hearing namun karena kemampuan dan kecakapan Wakil Ketua DPRD Muna Nasir Ido, yang memimpin jalannya sidang, suasana dapat cair kembali.

Usai hearing, Tirano yang ditemui pewarta media ini menyampaikan apresiasinya atas komitmen aparat keamanan mengawal aksi tersebut.

“Saya secara pribadi dan kelembagaan, mengapresiasi aparat kepolisian Polres Muna dan anggota TNI dari kodim 1416/Muna yang melakukan pengamanan aksi 114, karena mulai dari awal sampai dengan berakhirnya aksi ini, sedikitpun tidak ada tindakan yang mencederai pergerakan kami ini,” pungkasnya.

(Machdin Raha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *