DIPERLAKUKAN SEPERTI KRIMINAL, ALIANSI MADURA INDONESIA BUAT PERHITUNGAN

Berita Daerah299 Views
Surabaya – Aksi Mahasiswa asal Madura yang ingin menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur Jawa Timur mendapatkan perlakuan seperti kriminal.
Dalam video yang beredar nampak jelas sejumlah oknum kepolisian dari Mapolrestabes Surabaya melakukan hal yang tidak terpuji kepada para demonstran.
Di dalam video berdurasi 5 menit ejumlah mahasiswa tiba tiba mendapatkan tendangan dari beberapa petugas, dicekik, serta dibanting ke tanah bahkan ditelanjangi bajunya.
Kejadian tersebut bermula saat salah satu orator menyampaikan bahwasanya kehadirannya ingin menyampaikan agar Madura mampu dientas dari kemiskinan, sejahterakan petani, dan perhatikan pendidikan, yang digelar di depan gedung Grahadi pada Ahad (25/9/22).
Namun hal tersebut tidak mendapatkan tanggapan positif sehingga sang orator menilai hal itu mencederai demokrasi dan mereka diperlakukan diskriminatif.
Orator juga mengajak seluruh masa aksi untuk pulang.
Namun baru saja berkata seperti itu, tiba tiba orator tersebut ditendang dari belakang, serta dicekik lehernya untuk dibawa menjauh dari teman-temannya.
“Tentunya akan perlakuan arogansi yang ditunjukkan oleh sejumlah oknum kepolisian dari Mapolrestabes Surabaya mampu mengundang reaksi dan kritikan keras dari sejumlah tokoh-tokoh Madura,” ujar Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia Baehaki Akbar seperti dikutip Kalsel Today, Senin (26/9/22).
Pihaknya juga mengecam keras kebrutalan yang telah dilakukan kepada sejumlah mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya tersebut.
“Mereka itu ingin menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur, salahnya dimana, Madura ini juga merupakan provinsi Jawa timur, kok bilang ini Surabaya, bahkan kenapa adik adik mahasiswa harus diperlakukan seperti seorang kriminal, ditendang, dicekik, bahkan ditelanjangi, apakah adik kami arogan, lihatlah mana ada anarkis, kalau memang suku Madura selalu diperlakukan hina kami juga akan membuat perhitungan,” ujar Baihaki Akbar lagi.
Baihaki menambahkan, orang Madura ini pantang, tidak pernah menantang, namun pada faktanya harga diri orang Madura sudah diinjak-injak oleh oknum polisi dari Mapolrestabes Surabaya.
“Dalam prinsip hidup kami, tidak pernah mengusik, namun jika seperti itu, kata pepatah kami lebih baik putih tulang dari pada putih mata, yang artinya lebih baik mati daripada hidup jikalau harga diri kami diperlukan kayak binatang, kami akan gelar aksi besar-besaran dengan mendatangkan seluruh tokoh tokoh Madura untuk meminta pertanggungjawaban atas ulah oknum polisi tersebut,” pungkasnya.
(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *