FASHION PRODUK UKM INDONESIA RAMBAH PASAR MALAYSIA

UMKM & Ekraf298 Views
Kuala Lumpur- Guna meningkatkan
ekspor fesyen Indonesia ke mancanegara, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan berbagai terobosan.
Salah satu terobosan tersebut adalah dengan meluncurkan awal (soft launch) Nusantara  Fashion House di Strand Mall Kota Damansara, Kuala Lumpur, Malaysia, Jum’at (3/2/23).
Sekretaris  Jenderal Kemendag Suhanto mengatakan, upaya seperti ini akan terus diperluas agar modest fashion Indonesia semakin dikenal di kawasan dan di dunia.
Turut hadir pada peluncuran ini Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, perwakilan dari  Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dan Bank Indonesia.
“Saya mengapresiasi Futurist Foundation yang sangat jeli melihat pasar fesyen di Malaysia. Kemendag dan pemangku kepentingan lain  di Indonesia membantu  memfasilitasi adanya Nusantara Fashion House  berjalan dengan mulus, tidak  hanya saat peluncuran awal,  tetapi juga untuk  pengembangan dan  keberlanjutan Nusantara Fashion House,” ujar Suhanto dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Bisnis, Sabtu (4/2/23).
Nusantara Fashion House  merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Trade  Commitment padaJakarta  Muslim Fashion Week  selama gelaran Trade  Expo  Indonesia ke-37 tahun 2022.
Nusantara Fashion House yang menempati area seluas  700 m² memberikan peluang baru masuknya produk-produk fesyen ke Malaysia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi menambahkan, kualitas modest fashion Indonesia sangat mumpuni  untuk mengisi pasar Malaysia, bahkan pasar dunia. Dengan  adanya Nusantara Fashion  House diharapkan cakupan  produknya lebih luas,  termasuk produk kecantikan, kerajinan, dan lain-lain sehingga ekspor produk Indonesia termasuk dari usaha kecil dan menengah (UKM) semakin meningkat ke Malaysia.
“Kemendag dalam beberapa tahun ini memberikan dorongan bagi pengembangan fesyen dengan pendekatan  ekosistem. Di dalamnya ada  industri tekstil, akademisi, dan fesyen desainer atau brand. Harapannya tentu  pendekatan ini bisa  menghasilkan industri fesyen  yang berkelanjutan,” imbuh Didi.
Upaya lain yang dilakukan oleh Kemendag melalui partisipasi di ajang pekan fesyen (fashion week)yang  kelasnya internasional. Didi  membeberkan, dalam waktu  dekat ini 7 jenama modest  fashion Indonesia akan ikut  dalam New York  Fashion  Week, disusul Paris  FashionWeek dan London Fashion Week.
Di Nusantara Fashion House saat ini tersedia lebih dari 60  jenama Indonesia, mulai dari  fesyen, aksesori,  kerajinan   tangan, alas  kaki, serta kopi  dan jamu.
Sheikh  Faleigh bin Sheikh  Mansoor, salah satu founder dari Futurist Foundation yang sudah mengenal produk  Indonesia sejak usia 19 tahun  sangat yakin masih banyak  produk-produk dari UKM Indonesia yang dapat masuk  ke Malaysia.
Sheikh  Faleigh  mengemukakan, dirinya sudah berkeliling ke banyak  daerah di Indonesia, tidak hanya kota besar namun juga  kota-kota lainnya seperti  Sragen dan Gorontalo yang  banyak menghasilkan produk berkualitas.
“Produk-produk UKM  Indonesia saat ini sudah  banyak yang memiliki  kualitas mumpuni sehingga layak untuk dijual dengan  harga yang tinggi. Untuk itulah Nusantara Fashion House  hanya menampilkan dan menjual produk-produk UKM  berkualitas tinggi untuk  dijual kepada kalangan menengah dan atas di Malaysia. Ke depan, kami akan mengembangkan Nusantara Fashion House sebagai cikal bakal berdirinya Nusantara Mall di Malaysia,” ujarnya.
Pada  periode  Januari-November 2022 ekspor  nonmigas Indonesia ke  Malaysia tercatat sebesar US$12,6  miliar atau meningkat 30,4 persen  dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pada periode Januari-November 2022, neraca perdagangan nonmigas Indonesia terhadap Malaysia surplus sebesar US$6,83 miliar.
Surplus perdagangan  ini meningkat sebesar 49,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021.
(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *