Jakarta – Cuitan Pakar Komunikasi Universitas Airlangga Profesor Henri Subiakto terkait tragedi di stadion Kanjuruhan Malang membuahkan kecaman dari warga net.
Beragam sematan yang dialamatkan oleh warga net kepada Pakar Komunikasi Universitas Airlangga itu.
“Dia emang sudah jadi robot
Hanya bentuk aja manusia tapi sudah ga punya HATI,” ujar pemilik akun Twitter @agusabah1980.
“Memang gak manusiawi orang ni,,”komentar pemilik akun @EkoFambudi.
“Ini beneran Profesor apa kompresor sih??
Tindakan yg dilakukan utk menghalau supporter yg anarki itu tidak diperbolehkan dan dilarang menggunakan tear gas menurut aturan FIFA. Paham?? Dan sanksi dari FIFA sudah menunggu,” balas pemilik akun @Must_Rwin
“Sangat terburu2 justifikasi ini, “kerdil” utk sebuah predikat “profesor”. Tp ya sy paham kondisi bpk who live a life in the ivory tower… Satu kata: malu pak!”balas pemilik akun @rifqh4nif.
“Twit anda sungguh sangat tidak manusiawi…
Berhentilah mejadi manusia!!!” ujar pengguna akun @LiterasiTypo
“Buang saja ke tempat sampah gelar profesor mu itu!! jika begitu mudah nya mencap anarkis pada orang lain tanpa mau cek and ricek dan tidak berhati-hati dalam memberikan pernyataan pada sesuatu yg belum jelas awal penyebabnya,” ujar pemilik akun @m_mirah.
Komentar pedas dari warga net tersebut merupakan jawaban atas cuitan mantan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informasi RI tersebut.
“Kekalahan itu menyakitkan. Di negeri ini krn kekalahan srg terjadi anarki. Mrk tdk bisa nahan emosi. Dan sll ada pembenaran thd tindakan anarki. Yg paling mudah adalah “menyalahkan” pihak polisi kenapa kerusuhan sampai terjadi. Bkn introspeksi diri thd karakter yg suka anarki,” tulis Profesor Henri Subiakto pada akun Twitternya, Ahad (2/10/22).
(Red)












