HABIL MARATI : PPP BUKAN UNTUK CALON YANG MENYUKAI PORNOGRAFI

Politik232 Views

Jakarta – Ketua Umum Forum Ka’bah Membangun (FKM) Habil Marati mengatakan bahwa saat ini kader Partai Persatuan Pembangunan dilanda kegelisahan yang luar biasa.

Pasalnya kata dia, di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai berlambang Ka’bah itu tidak mengenal Pelaksana tugas (PLT) Ketua Umum.

“Kader-kader PPP ini gelisah. Gelisah karena di dalam AD/ART PPP itu tidak dikenal Plt. Nah kader-kader PPP itu maunya harus definitif. Oleh Karena itu Mardiono mereka tidak mengakui lagi gitu,” ujar Habil dalam video viral yang diunggah akun Twitter @Darul_Ihsan__ , Ahad (21/5/23).

Lanjutnya, untuk menghasilkan Ketua Umum yang memiliki legitimasi, kader PPP juga mendorong dilaksanakannya Muktamar Luar Biasa (MLB)

“Forum ini mendorong agar dilaksanakan Muktamar Luar Biasa, bila tidak dilaksanakan Muktamar Luar Biasa maka PLT tidak sah. Secara de jure itu sah karena ada SK Menkumham tetapi secar de facto, AD/ART tidak sah,” ujar Mantan Anggota Fraksi PPP DPR-RI ini.

Menurutnya, pelaksanaan MLB juga merupakan upaya mempertahankan eksistensi PPP di parlemen.

“Oleh Karena itu untuk menyelamatkan PPP dari ketidakadaan di parlemen harus pilihannya cuma Muktamar Luar Biasa,” katanya.

Lebih jauh Habil menegaskan bahwa kader PPP juga mendukung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024.

“Mereka juga (kader) P3 dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote mencalonkan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden 2024 sebagai pilihan politik dan ijtihad politik,” tegasnya.

Dukungan tersebut kata dia merupakan pilihan politik dan ijtihad politik seluruh kader yang menginginkan figur capres yang mengayomi serta memiliki akhlakul karimah.

“Jadi Anies itu adalah pilihan politik kader PPP seluruh Indonesia, bukan siapa-siapa karena itu sesuai dengan amanat AD/ART bahwa PPP itu selalu mendukung orang yang mampu mengayomi seluruh bangsa Indonesia dan memiliki akhlak yang benar,” jelasnya.

Habil menambahkan suara kader PPP tidak akan diberikan kepada figur capres yang memiliki hobi menonton video asusila.

“PPP bukan untuk calon yang menyukai pornografi,” tandasnya.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *