DINILAI BERMANUVER, SANDIAGA JAWAB KEDEPANKAN POLITIK PERSAHABATAN

Politik888 Views

Jakarta – Usulan pemecatan Sandiaga Uno dari Gerindra karena ingin jadi capres PPP direspon oleh Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa.

“Pertanyaannya, dia kader Gerindra atau bukan. Kalau dia anggota Gerindra kan ada kartu anggotanya. Kalau dia kartu anggotanya seperti saya bilang yang lalu sudah dimakan tikus, berarti bukan lagi kan,” kata Desmond seperti dikutip detik.com, Kamis (8/9/22).

Menurut Desmond, tidak menjadi masalah jika Sandiaga bermanuver ingin maju capres lewat parpol lain.

Pasalnya kata dia sikap Sandiaga itu memperlihatkan Sandiaga tidak punya tanda keanggotaan lagi di Gerindra.

“Nggak ada masalah. Saya bilang karena dia bermanuver itu karena kartunya sudah dimakan tikus. Jadi dia lupa dia kader partai. Nggak ada tanda-tanda partai,” katanya lagi.

Desmond menegaskan Gerindra akan bersikap tegas kepada Sandiaga jika benar masih berstatus sebagai kader.

“Kalau masih ada tanda-tanda partai, berarti ya dipecat,” ujarnya.

“Iya tegas (pecat Sandiaga). Ya kalau bukan kader, tegas gimana,” imbuh dia.

Desmond lalu menyinggung Sandiaga yang tak berkomunikasi dengan DPP Gerindra saat hendak datang ke acara PPP di Yogyakarta. Dia menganggap Sandiaga tak punya lagi kartu tanda anggota Gerindra.

“Nggak ada. Kalau dia berkomunikasi, permisi, macam-macam, saya tidak ngomong kartunya dimakan tikus, dong,” katanya.

“Kalau dia ngomong itu kan berarti dia permisi ya, kita pasti tahu dia permisi. Kenyataannya dia tidak permisi, saya anggap bahwa KTA Gerindra-nya sudah nggak ada lagi, gitu, loh,” imbuh Desmond.

Desmond mengaku tidak memahami status Sandiaga di Gerindra. Dia menyebut Sandiaga datang ke Gerindra hanya untuk kepentingan pribadi.

“Itulah kami nggak paham ya, sebagai pengurus partai kami nggak paham dia itu kader atau bukan. Makanya saya bilang dia datang dengan kepentingannya, dia pergi dengan kepentingannya, biasa saja, gitu loh,” katanya.

Desmond juga tak sepakat Sandiaga disebut mengkhianati partai. Sebab, Sandiaga tak pernah berjuang bersama Gerindra.

“Kalau dikategorikan dia pengkhianat, pengkhianat apa. Dia tidak berjuang bersama kami, dia tidak dikhianati, dia dengan kepentingannya datang, dia pergi dengan kepentingannya,” terangnya.

Sebelumnya usulan pemecatan Sandiaga itu diungkap politikus Gerindra Arief Poyuono.

Dia menyebut Sandiaga Uno sebagai pengkhianat di Gerindra dan harus dipecat partai karena ingin jadi capres PPP.

Hal itu disampaikan Poyuono dalam diskusi Adu Perspektif dengan tema ‘Siasat 2024: Dari Berkuda hingga Upaya Kudeta’ yang tayang di detikcom, Rabu (7/9/22).

Awalnya diskusi membahas terkait pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond J Mahesa yang menilai Ketua DPP PDIP Puan Maharani bermimpi jika Ketum Gerindra Prabowo Subianto akan jadi cawapres pendamping Puan.

Poyuono kemudian memberikan pandangannya mengenai pernyataan Desmond itu. Dia menilai Desmond adalah kader yang taat karena berpegang teguh pada hasil rapat pimpinan nasional Gerindra yang memutuskan Prabowo sebagai capres.

“Kalau aku melihatnya apa? Kalau aku melihatnya Desmond ini seorang kader yang taat, yang patuh. Artinya mengamankan hasil Rapimnas bahwa calon presiden dari Gerindra itu hanya Prabowo. Karena ketika itu sudah diputuskan dalam Rapim masih ada kader yang balelo, kader yang penghianat seperti Sandiaga, ingin jadi capres lewat PPP,” tutur Poyuono.

Poyuono mengatakan Sandiaga sebagai pengkhianat karena telah menyatakan bersedia menjadi capres dari PPP. Dia menyebut Sandiaga politikus yang tak punya etika.

“Kan jelas di Jogja kan dia sudah deklarasi. Ini Sandiaga bisa kita sebut politisi yang tidak punya etika. Memang harus saya katakan dia pengkhianat dan pecundang di partai,” kata dia.

“Dia mencalonkan diri jadi capres dan siap dicalonkan oleh PPP. Setelah dia ngomong di Jogja PPP Munaslub di Banten, ada apa ini?” imbuhnya.

Respons Sandiaga

Sandiaga angkat bicara terkait tudingan tersebut. Sandiaga kini mengaku tengah fokus bekerja sebagai Menpar.

“Tentunya saya sebagai kader Gerindra yang sekarang ditugasi oleh Bapak Presiden fokus kepada tugas dan fungsi di kementerian. Dan dalam prosesi tahapan kontestasi demokrasi di 2024, seluruh aspirasi tentunya kita apresiasi, bagaimana caranya kita menggerakkan ekonomi terutama dalam situasi yang sangat berat ini,” ungkap Sandiaga usai menghadiri perhelatan F8 Makassar, seperti dilansir detikSulsel, Rabu (7/9).

Sandiaga kemudian menegaskan dia selalu mengedepankan politik persahabatan. Sehingga tidak akan ikut larut dalam situasi yang berpotensi untuk memecah belah persatuan.

Menurutnya, situasi yang sulit ini bisa dilalui jika bersatu padu. Kemudian saling menghargai, saling menghormati.

“Dan tentunya modal itulah yang akan kita bawa ke kontestasi demokrasi 2024 agar politik kita semakin dewasa, sejuk, membawa suatu semangat baru. Bahwa apa yang dibangun oleh Pak Jokowi 8 tahun terakhir ini akan selalu kita lanjutkan dengan penyesuaian-penyesuaian untuk ekonomi kita yang berpihak kepada ekonomi masyarakat yang ada di kelas menengah ke bawah, yang sekarang menghadapi situasi yang sangat berat karena peningkatan harga BBM ini,” sambungnya.

Soal tudingan sebagai pengkhianat di Gerindra, Sandiaga menuturkan siapa saja berhak memberikan pernyataan di era demokrasi ini.

(Red/Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *