Oleh: Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Alhamdulillah kita suami istri di tahun 2004 kita berdua udah pergi haji. Di kala menteri agama masih orang-orang pintar bukan SATPAM gereja. Jadi pergi haji tidak dipersulit. Baik ongkosnya atau segala yang berhubungan dengan haji. Walaupun ada kekurangan-kekeurangannya tapi tidak menghambat dan merusak kekhusyuan haji para jema’ah yang menunaikannya. Walaupun terlihat para jema’ahnya jadi sapi perahan pihak DEPAG tapi tidak terlalu mencekik jema’ah haji.
Tapi giliran MENAGnya dipegang oleh SATPAM GEREJA terjadi 💣 DUAAAR meledak bom kerakusan pada harta umat Islam yang selalu dibenci, dibully dan difitnah. Terutama kepada Ulamanya. Yang paling manis itu harta para jema’ah haji yg saat ini kasnya udah kosong melompong untuk dipakai buat infrastruktur. Kata menteri agama (MENAG) duit itu gak dipakai buat infrastruktur berarti duitnya ada tapi kata KH. Makruf Amin sebagai WAPRES dan mantan ketua MUI duit haji sudah dipakai untuk infrastruktur. Nah di sini mana yang benar? Yg jelas dua-duanya antara MENAG dan WAPRES gak mungkin dua-duanya benar. Pasti ada yang salah alias berbohong.
Kalau soal ini gak mungkin menag yang benar. Karena melihat backroundnya hanya sebagai penjaga gereja dan hanya lulus SMA sudah pasti dia ngikut petugas partai yang tukang ngibul dan berijazah palsu. Di dunia ini hanya Umat Islam Indonesia yang paling sengsara dari pada Umat Islam di jalur Gaza Palestina. Kalau di Palestin mereka udah jelas mereka berhadapan dengan musuhnya yakni Yahudi Israel. Tapi di sini di Indonesia gak jelas. Umat Islam dimusuhi tapi duitnya GURIH untuk dikeruk dengan berbagai macam alasan dan peraturan oleh yang mengaku beragama Islam.
Bahkan ada keluar ucapan dari binatang peliharaannya yakni salah satu buzzernya agar haji gak usah ke Saudi karena hanya buang-buang duit aja. Nah kalau itu terjadi bagaimana rezim laknat ini mau ganti duit haji yang dipakai …? Mau cabut dari ketek si penjaga gereja …? So pasti akan dinaikan ongkos jama’ah haji tapi bukan untuk kelancaran ibadah hajinya tapi untuk cari modal membiayai proyek-proyek infrastrukturnya yang bakal mangkrak apalagi ganti presiden sama Anies Rasyid Baswedan.
Oh benar-benar seksi dan gurih duit rakyat Indonesia terutama Umat Islam. Kalau berani, sekalian aja bilang harus stor dana hajinya dan dilarang berangkat ke Makkah, ganti aja ke candi Borobudur. Penjajah Belanda aja dulu tidak mempersulit umat mau ibadah haji tapi koq sekarang mau dipersulit dengan ongkosnya dinaikan 100% padahal ongkos hajinya oleh Saudi sudah diturunkan 30%. Kasihan beberapa jema’ah yang sudah lunas terpaksa membatalkan ibadah hajinya karena ongkosnya gila-gilaan. Kebijakan ini melebihi penjajah Belanda. Yah maklum penjaga gereja. Dia cuma tahu duit dan duit aja. Baru joget-joget dengan penyanyi dangdut di atas panggung tiba-tiba jadi pejabat untuk urusan agama. Dan agama yang selalu diotak atik dan direcokin adalah AGAMA ISLAM. Nanti kita ketemu di pengadilan akhirat itu kalau masih percaya akhirat.
Wallahu A’lam …
Post Views: 325












