Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Pertarungan di Mahkamah konstitusi (MK) saat ini menggambarkan bahwa tidak lama lagi negeri ini akan hancur. Bukan oleh bangsa lain tapi oleh bangsa sendiri yang bermental penghianat. Lihat aja sengketa PEMILU PILPRES di MK. Kelihatan agak sulit para penggugat bisa menangkan karena para pemegang status quo bersama rezim begitu kuat mencengkram pengadilan dan para hakimnya sehingga rakyat yang ingin ada perubahan agak sulit bisa memenangkan pertarungan itu. Apalagi sang status quo di back up oleh para pengacara seleb yang cincinnya lebih berkilau dari otaknya.
Rakyat gak usah berharap terlalu banyak selain hanya bisa berdo’a kepada Allah SWT. Secara duniawi rakyat udah kalah jauuuuuh. Semua persyaratan untuk mereka menang udah terpenuhi semuanya. Itu belum ditambah dengan pengancaman jika mereka kalah. Jadi rakyat pasrah aja melihat sikon ini kalau semua masih takut untuk bersuara dan bertindak. Giliran ada yang berani bersuara baik tulisan seperti ini di anggap kita sebagai PROVOKATOR. Jadi kalau negara ini di keruk isi buminya dan di korup sampai ratusan triliun gak usah protes. Cukup nyebut dan ngaji dalam hati aja.
Hanya Tuhan satu-satunya harapan bangsa Indonesia sehingga ada fajar kebenaran lahir dari keputusan para HAKIM MK. Mau harap secara lahiriah duniawiyah tidak ada lagi karena negeri ini sudah dikuasai oleh para penghianat negeri berkolaborasi dengan komunis CINA. Rakyat mau ngadu kemana lagi selain kepada Tuhan …, DPR? Disana lebih banyak penghianat bangsanya.
Semoga di MK ada secercah harapan untuk rakyat sehingga terjadi putaran kedua cukup paslon 01 dan 03 yang berkompetisi. Paslon 02 yang tak beretika di dis dan disingkirkan dari Indonesia alias antar menuju hotel prodeo.
Kalau itu benar maka lupakan tulisan ini. Tapi kalau MK putuskan sesuai pesanan rezim dan status quo maka bersiaplah hal terburuk terjadi di bangsa ini.
INGAT, dollar udah sampai 16.000 lebih 1 dollarnya.
Wallahu A’lam ….






