PRABOWO TANPA DOSA MEMBICARAKAN FOOD ESTATE?

Opini350 Views

Oleh : Karina Nasution

“Watados banget sih”, kesalku saat melihat seorang teman yang membuatku menunggunya sampai hampir dua jam. Watados itu akronim dari wajah tanpa dosa, kulontarkan karena saking kesalnya dengan jam janjian yang ngaret lama sekali.

Sedangkan orang yang kukesali tadi hanya nyengir, membawa cheese cake yang memang menjadi cemilan favoritku di sela-sela kegiatan sehari-hari. Ya itu bagian dari wujud permintamaafannya karena sudah membuatku kesal. Barulah di akhir pertemuan dia mengucapkan kalimat permohonan maaf, karena memang ada something wrong yang harus dihadapinya sebelum menemuiku.

Normally memang orang bersalah itu akan meminta maaf dan memperbaiki kesalahannya. Tapi aku sama sekali tidak melihat fenomena itu pada sosok Prabowo Subianto, yang memaparkan tentang food estate dengan watadosnya di forum Kadin kemarin.

Masih ingat bukan dengan masalah yang sampai sekarang tidak ada klarifikasi untuk meluruskannya? Masalah itu food estate di Gunung Mas, Kalimantan Tengah yang sekarang mau ditanami jagung demi menutupi kegagalan capres 02.

Untuk mengerjakan Program Strategis Negara demi mencapai tujuan ketahanan pangan, anggaran negara digelontorkan di lahan yang ditanami singkong itu. Tidak ada hasilnya, karena yang terjadi adalah lahan tidak terurus. Tapi mana pertanggungjawabannya? Prabowo melenggang bebas sebagai menhan, dia seperti tidak punya tanggungan apapun.

Gagal dan mangkraknya lahan karena perbuatannya tidak diakui. Bahkan Prabowo tidak memaparkan bagaimana kronologis mangkraknya lahan singkong hasil pembabatan hutan itu. Pun dengan Presiden Jokowi yang hanya membiarkannya berlalu begitu saja. Justru sang presiden sekarang membiarkan orang-orangnya menambal kerusakan itu, dengan penanaman jagung menggunakan perantara polybag. Makin banyak ga tuh anggarannya?

Yang kemarin saja tidak tahu duitnya dikemanakan, kok sekarang sudah menganggarkan untuk penanaman benih baru? Publik mulai geram, apalagi saat mendengar berbagai kesaksian warga sekitar, kalau lahan yang awalnya ditanami singkong tidak dirawat sebagaimana mestinya.

Prabowo enggan melibatkan warga sekitar dalam penanaman singkong berjumlah besar itu. Bahkan dengar-dengar, pakar pertanian pun juga tidak diturunkan untuk mengerjakan lahan ratusan hektar itu. Jadi hanya dikerjakan bersama orang terdekat si menhan saja. Sekelas mereka tokoh berbintang di dunia militer, tahu apa tentang singkong, mekanisme penanaman, dan jenis tanah beserta perawatannya? Artinya kalau percayanya dengan purwirawan-purnawirawan, ya sudah tidak heran jika singkongnya mengalami stunting.

Kalau aku diberi kesempatan bertanya kepada capres 02 itu, dengan lantang pertanyaan terlontar “Bagaimana laporang tentang food estate Kalimantan Tengah sebelum ditanami jagung, pak?”. Jika memang gagal, beri kami alasan yang sebenarnya! Lalu dalam melakukan pertanggungjawaban food estate itu, apa peran Prabowo? Karena yang saya dengar dari warga sekitar, dia hanya datang sekali saja saat awal proyek berjalan.

Aneh tapi nyata. Pintar sekali membuat rakyat tersentuh dengan kalimat panjangnya, saat membicarakan tentang ketahanan pangan Indonesia, tanpa rasa bersalah sama sekali. Padahal dia dalang, dimana planning untuk menjadikan negara mandiri pangan menjadi lambat pergerakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *