OLIGARKI MEMPROVOKASI RAKYAT INDONESIA UNTUK MEMBERONTAK KE PEMERINTAH …?

Opini237 Views

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung

Seorang ibu ngomel-ngomel sampai di rumahnya selepas dia belanja di pasar karena uang yang dia bawa gak cukup untuk berbelanja. Biasanya dia membawa uang segitu bisa membeli macam-macam kebutuhan dapur dan masih ada sisa untuk dibawa pulang. Tapi kali ini boro-boro ada sisa kebutuhan lainpun gak kebeli. Duitnya hanya habis untuk beli cabe, tomat dan bawang aja yang harganya naik gila-gilaan. Bahkan tomat itu sama dengan harga telor, 1 buah tomat sama dengan 1 biji telor.

Siapa yg bermain harga ini ..? Sudah pasti kalangan oligarki ekonomi. Mereka mau membunuh rakyat Indonesia pelan (killing me softly). Mereka akan bikin rakyat Indonesia naik gula darahnya sampai ke otak dan rakyat marah dan memberontak kepada pemerintah.

Harusnya di detik-detik masa jabatan pemerintah Jokowi di injuri time harusnya mengambil hati rakyatnya dengan lebih berpihak ke rakyatnya. Tapi ini hanya sebaliknya membuat rakyat makin murka dan muak kepadanya. Ini bisa selesai menjabat atau bisa aja belum selesai menjabat rakyat sudah keburu marah akibat ulah oligarki ekonomi. Dan kemarahan rakyat membuncah dijalanan. Kalau udah seperti itu kondisinya maka tak ada satu kekuatanpun yg bisa membendungnya. Kalau seperti itu Jokowi, Gibran di Solo dan Bobby di Medan GAME OVER.

Jangan terlalu pongah karena berpikir tentara dan polisi masih di tangannya. Ya di.tangannya tapi itu hanya pucuk pimpinan tapi prajuritnya masih bersama rakyatnya. Karena istri-istri mereka mengalami hal yang sama seperti yang emak-emak alami sekarang. Jadi mau JUMAWA karena aparat dengan pemerintah? PAK HARTO apa kurang kepemimpinan 4 matra ditangannya (3 TNI dan 1 POLISI) tapi tetap lewat juga.

Mana ada didunia ini orang serakah dalam kekuasaan bisa langgeng dengan kekuatan persenjataannya …? Di sinetron aja gak ada. Yah kalau gak diamuk rakyatnya maka akan diamuk oleh MALIKIL MAUT. Dan ini lebih dahsyat pulang gak balik-balik lagi ke dunia.

Jadi oligarki dan penguasa lebih baik saat ini berpihaklah kerakyat. Karena jangan sampai rakyat MURKA sehingga rakyat semua mencari kalian sampai anak cucu cicit kalian. Ini akan lebih dahsyat dari kasus 98. Setiap kasus amuk massa selalu menemukan kenaikan grafik. Biar duit kalian banyak dan bisa lari ke luar negeri. Apa enaknya tinggal dengan masyarakat yg baru kita kenal. Kalau orang tuanya bisa tapi anak dan cucu serta cicit kalian apa bisa BETAH …? Sepertinya tidak. Kalau gak percaya yah tunggu aja PECAH amuk warga kedua kali di Indonesia.
Ngeri kalau terjadi lagi. Di jalan-jalan akan kita temukan banjir darah yakni DARAH ASENG yaang disembelih pribumi. Jangan ini dianggap sepele. Orang marah karena perutnya lapar. Ini amuk massa baru berkaitan dengan perut belum dengan yang lain seperti keyakinan yang dilecehkan, capresnya yang di hambat dll. Wah kalau itu udah bercampur dan terjadi akumulasi yakinlah gak ada satu kekuatanpun yang bisa mengatasinya. Yakinlah dengan haqqulyakin dan ‘ainul yakiin.

Wallahu A’lam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *