Oleh : Moh Naufal Dunggio
Aktivis dan Ustadz Kampung
Kalau memang betul apa yang dikatakan pengacara yang lagi top sekarang yakni Komarudin Simanjuntak bahwa sudah ada 300 triliun disediakan oleh oligarki untuk menghambat dan mencegah presiden bukan boneka oligarki maka tidak mustahil PIMPINAN KPK gak kebagian duit itu dalam mentersangkakan ANIES RASYID BASWEDAN (ARB). Soale mereka bernafsu sekali mau menjerat Anies.
Yang lucu mereka pimpinan KPK yg tiga orang itu yakni FIRLI BAHURI, ALEXANDER MARWATA dan KARYOTO minta bukti-bukti kepada Anies kalau dia tidak korupsi. Harusnya yang menuduh sediakan buktinya. Koq yang dituduh harus menyiapkan buktinya. Ini model pemeriksaan apaaaan? Kalau rakyat yang dituduh harus menyiapkan buktinya maka penuh penjara. Harusnya kalau pimpinan KPK tidak menemukan buktinya Anies korupsi pada formula E maka HENTIKAN TUDUHAN itu.
Cuma Firli Bahuri lagi ingin mengulangi gaya dia saat menjadi KAPOLDA NTB dengan kasus DIVESTASI NEWMONT yang tersangkanya Tuan Guru Bajang (TGB) yg sekarang masuk PERINDO. Kalau di NTB dia Firli bisa bermain sehingga TGB lolos dari tuntutan. Tapi kalau di DKI Jakarta sebaliknya bernafsu mau mentersangkakan Anies. Padahal SATGAS KPK tidak mau menaikkan kasus Anies ke penyelidikan karena gak ada bukti. Tapi ketiga pimpinan KPK tetap ngotot. Yah kalau gak terima CUAN dari haters oligarki gak mungkin ngotot menaikan kasus. Begitulah cara polisi bekerja. Dia polisi merangkap jadi MARKUS (Makelar Kasus).
Wah kasian KAPOLRI kita kerja cukup berat dalam membangun citra polisi yang makin terpuruk.
Sekarang Anies udah didikler oleh NASDEM sebagai CAPRES. Nah tangkap aja sesuai kemauan haters oligarki. Karena mempertanggung jawabkan duit yg telah diterima dari oligarki cukup banyak. Gak mungkin kebagian 1 dan 2 miliar aja dibagi tiga. Terlalu keciiil dan sedikit untuk menangkap ANIES. Kira-kira dari 300 triliun yang disediakan mereka kira-kira ketiga pimpinan KPK itu kebagian berapa yaaaa? Ada yang tauuuu?
Silahkan kalian bermain tai dalam hukum. Gak lama lagi dunia hukum berubah seiring dengan pergantian pemimpin nasional. Bersiaplah cari negeri untuk minta suaka karena tidak mustahil sisa umur kalian bakal hidup di hotel pordeo sampai SUUL KHATIMAH. Allah tidak tidur. Dari Rembang udah memberikan pesan. “DUEEET ORA PAYU”. Itulah rakyat Indonesia ke depan. Mereka akan berteriak seperti masyarakat REMBANG “DUEEET ORA PAYU” dalam memilih dan menjadikan Anies Presiden.
Semoga.
Wallahu A’lam …






