JOKOWI JUALAN IKN 175 TRILIUN, MURAH SEKALI?

Opini161 Views

Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu

Jokowi jual IKN ke China dengan harga murah. Hanya Rp 175 triliun. Jika dibanding dengan ledakkan kasus Taspen 300 Triliun dan Kasus di Kemenkeu 349 triliun.
Maka harga IKN yang di jual ke China sangat murah.

Sebelumnya Jokowi gagal yakinkan SoftBank dari Jepang yang mau investasi di IKN dengan nominal Rp 464 Triliun. Setelah gagal investasi di IKN. SoftBank lalu hengkang.

Jokowi lalu mencoba tawarkan ke pengusaha Arab. Itupun kandas. Lalu Jokowi ikat perjanjian kerjasama dengan RRC. Di Changdu. Tanggal 28 Juli bersama Presiden Xi Jinping, Jokowi sepakati kerjasama bangun IKN di sertai dengan 8 butir kerjasama.

Kalau dibanding dengan persoalan dana-dana bermasalah dalam negeri yang jumlah mencapai ratusan triliunan. Kasus Taspen ( 300 T) dan di Kemenkeu (349 T). Sesungguhnya dana dalam negeri saja. Dapat atasi dana bangun IKN. Tetapi. Justru Jokowi lalai. tangani dana di Taspen dan di Kemenkeu sehingga harus “ngemis” dan jual IKN ke China dengan harga murah.

Padahal cara bangun IKN dengan skema kerjasama dengan China dengan pembiayaan 20% Indonesia dan 80% RRC. Jokowi telah serahkan IKN ke China secara mutlak.

Alih-alih rencana bangun IKN dengan skema kerjasama China yang masa konsesinya 160 tahun. Jokowi serahkan negara ini akan dijajah China.

Apalagi dalam sebelumnya dalam proyek KCJB. Jokowi telah giring negara disandera RRC dengan debt trap atau Jebakan Hutang RRC yang nilainya hampir mendekati IKN, yakni 120 triliun.

Ambisi yang tak terbendung dalam skema bangun IKN dan Proyek KCJB akan membawa negara ini di bawah jebakan hutang China.

Dan, jika terjadi gagal bayar (Default). Atau gagal proyek. China bisa jadikan dalih untuk kuasa negeri ini sebagai jaminan atas dana – dana yang di terima sebagai bentuk hutang. Itu sangat berbahaya bagi negeri ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *